Surya Paloh Vs Rizal Ramli & Isu Dalang Impor Beras Jelang Pilpres

Rizal Ramli saat masih menjabat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman melepas rombongan mudik gratis di Stasiun Senen, Jakarta, Rabu (29/6 - 2017), bersama Ignasius Jonan. (Bisnis / Endang Muchtar)
17 September 2018 21:00 WIB Samdysara Saragih/ Sholahuddin Al Ayyubi Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Partai Nasdem masih menanti itikad baik dari mantan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli untuk mencabut tudingan kepada orang nomor satu di partai itu, Surya Paloh.

Senin (17/9/2018), Badan Advokasi Hukum DPP Nasdem resmi melaporkan Rizal Ramli ke Polda Metro Jaya atas dugaan tindak pidana penghinaan dan pencemaran nama baik Surya Paloh. Laporan ke polisi dilakukan karena Rizal tidak menjawab somasi mencabut pernyataannya dalam acara bincang-bincang di dua stasiun televisi.

Di layar kaca, Rizal menuding kebijakan impor pangan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dibiarkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena takut dengan Surya Paloh. Enggar adalah kader Nasdem sehingga Surya merasa tertuduh sebagai dalang di balik kebijakan impor pangan.

Ketua Badan Advokasi Hukum DPP Nasdem Taufik Basari menegaskan kembali bahwa tudingan Rizal itu tidak benar. Menurutnya, Surya Paloh tidak pernah mengintervensi kadernya yang menjadi menteri di Kabinet Kerja, termasuk Enggar.

“Lagipula, tidak ada bisnis Pak Surya terkait impor. Kalau dibilang main impor ini menyakitkan bagi kami,” katanya seusai sidang sengketa pemilihan kepala daerah di Jakarta, Senin (17/9/2018).

Sejak mendapatkan somasi itu, Rizal justru menunjukkan tanda-tanda pelawanan. Bahkan, mantan Kepala Bulog tersebut mencuit di akun media sosial bahwa dirinya akan dibela 623 advokat. Di antara para advokat itu adalah bekas kuasa hukumnya saat masih menjadi Menko Maritim, Otto Hasibuan.

Tidak sebatas isu hukum, pelaporan Nasdem juga bergulir menjadi isu ekonomi dan politik. Sejumlah politikus kubu oposisi menilai pernyatan Rizal Ramli adalah bentuk kritik kebijakan impor yang merugikan rakyat. Isu ini pun semakin memanaskan persaingan menjelang Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

Taufik bukannya tidak menyadari bahwa somasi dan pelaporan Nasdem bisa merembet ke politik. Kendati menyayangkan permainan isu itu, dia menegaskan partainya hanya ingin mendapatkan keadilan dan kepastian hukum.

“Ini bagian dari pembelaan diri Pak Surya dan kami akan buktikan secara hukum. Kalau Pak Rizal merasa benar, harus bertanggung jawab pula secara hukum,” ucap bekas aktivis antikorupsi ini.

Taufik mengungkapkan bosnya tidak pernah berniat menyeret Rizal ke polisi. Apalagi, kedua tokoh itu saling mengenal dan bersahabat sejak lama.

Saking dekatnya, menurut Taufik, Rizal adalah tokoh yang diundang Surya tatkala meluncurkan bukunya. Secara spesial, Surya Paloh memberikan sebuah buku dalam acara seremoni kepada Rizal.

“Sebenarnya dekat. Tapi itu dia, kenapa kalau berteman jadi begini. Kalau misalnya tak benar, sebagai sahabat, seharusnya bisa diluruskan,” tuturnya.

Sampai hari ini, dua sahabat itu belum saling menjalin komunikasi langsung. Namun, Taufik mengakui bahwa orang dekat Rizal sudah mengirimkan surat permintaan agar kedua belah pihak bisa bertemu untuk menyelesaikan persoalan itu.

Nasdem membalas surat itu dengan jawaban yang isinya meminta Rizal menunjukkan itikad baik terlebih dahulu. Sayangnya, sampai saat ini belum ada tanda-tanda penyesalan dari Menko Perekonomian tersebut, apalagi meminta maaf.

“Kami tetap buka komunikasi dan silaturahmi kok. Tapi bagaimana mau berbicara kalau tidak ada itikad baik?” ujarnya.

Pelaporan Rizal ke Polda Metro ini menjadi catatan sejarah sendiri buat Nasdem. Seingat Taufik, belum pernah partainya memperkarakan seseorang ke polisi karena masalah pencemaran nama baik.

Padahal, partai berusia tujuh tahun tersebut bukan tidak pernah dituding macam-macam oleh pihak lain. Namun, kini sosok yang membuat berlawanan dengan Nasdem itu adalah Rizal Ramli, orang dekat Surya Paloh.

“Tapi mau bagaimana lagi, ketika orang yang punya pengaruh menyerang martabat, menghina, dan memfitnah, terpaksa kami laporkan. Kami akan jalan terus,” ucap Taufik.