Prabowo Singgung Pengorbanan Sandiaga Uno

Prabowo Subianto. (Antara)
09 Agustus 2018 23:56 WIB Jafar Sodiq Assegaf Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Kamis (9/8/2018) sekitar pukul 11.30 WIB, akhirnya mengumumkan Calon Wakil Presiden (Cawapres) yang bakal mendampinginya dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Pilihan akhirnya jatuh ke sosok Sandiaga Salahudin Uno.

"Sandiaga merupakan pilihan terbaik dari yang ada," kata Prabowo Subianto di kediamannya, Jl Kertanegara, Jakarta, dipantau Solopos.com dari siaran langsung TVOne, Kamis (9/8/2018).

Prabowo meminta Sandiaga mundur dari Gerindra. Sandiaga juga akan mundur dari posisi Wagub DKI. "Beliau bersedia mundur dari jabatan-jabatan itu untuk bisa diterima," ujar eks Danjen Kopassus itu.

Duet Prabowo-Sandiaga disokong Gerindra, PAN dan PKS. Prabowo mengapresiasi PAN dan PKS yang rela mengikhlaskan posisi cawapres untuk Sandiaga.

Pada deklarasi itu, Prabowo mengawali pidato dengan mengatakan bahwa dirinya telah membangun komunikasi dengan banyak pihak. "Saya pun berunding terus dengan PAN, PKS, dan Demokrat. Memang membangun koalisi tidak mudah, karena banyak yang harus kita pertemukan," katanya sebagaimana ditayangkan di sejumlah televisi swasta nasional, Kamis.

Sejak lama, lanjut Prabowo, Gerindra telah membentuk koalisi de facto dengan PAN dan PKS. Oleh karenanya, koalisi yang dijalin disebutnya telah solid dan teruji. "Koalisi ini sudah menghadapi berbagai macam ujian. Kita telah teruji sejak lama terutama pada Pilkada Gubernur DKI tahun 2017," ungkapnya.

Prabowo juga mengaku telah berusaha membangun koalisi besar. "Saya sudah bertemu dengan banyak pihak, termasuk Mbak Puan [Maharani], pak Susilo Bambang Yudhoyono. Kita sudah berusaha komunikasi membangun koalisi yang besar untuk memberi solusi untuk kesulitan bangsa Indonesia," katanya.

Meski begitu, Prabowo tetap harus menentukan satu sosok Cawapres yang akhirnya jatuh ke Sandiaga Uno.