Deklarasi Negara Papua Barat Digagalkan

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol. Setyo Wasisto (Liputan6.com - Helmi Fithriansyah)
01 Agustus 2018 23:59 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Polri membubarkan sekelompok orang yang berencana mendeklarasikan Pemerintahan Sementara Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB). Polri menyita beberapa spanduk yang ada di lokasi deklarasi.

"Kami sudah dapat info lebih dulu. Kami langsung datangi, kemudian spanduk-spanduk disita," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Setyo Wasisto, di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (1/8/2018).

Ia menjelaskan sekelompok massa dibubarkan sebelum kegiatan dilaksanakan. Tak satu pun anggota dari kelompok tersebut yang ditangkap. Petugas cuma menyita sejumlah barang bukti seperti spanduk dan baliho. Setyo mengatakan spanduk disita karena bermuatan provokatif. "Itu kan sudah memprovokasi masyarakat," ungkap dia.

Setyo menyatakan telah mengidentifikasi asal-usul kelompok tersebut. Namun, dia masih menutup rapat-rapat informasi itu. "Sudah tahu [kelompok mana]." Intinya, lanjut Setyo, saat ini situasi di sana sudah kondusif. "Di sana juga tidak ada masalah," ujar dia.

Foto surat deklarasi Pemerintahan Sementara Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB) beredar luas di media sosial. Surat yang beredar tersebut ditujukan kepada pimpinan NRFPB dan masyarakat Papua Barat untuk menghadiri deklarasi pemerintahan sementara mereka. Tertulis dalam surat, acara tersebut diselenggarakan di halaman Universitas Cenderawasih pada Selasa (31/7/2018) pukul 11.00 waktu setempat. Surat tersebut ditandatangani oleh Yoab Syatfie yang mengaku sebagai Perdana Menteri Pemerintahan Sementara NRFPB.  

Sumber : Liputan6.com