Anak Usia 6 Tahun Terluka, Ini Kronologi 4 Ledakan di Bangil Pasuruan

Ilustrasi garis polisi. (polri.go.id)
05 Juli 2018 15:35 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, PASURUAN -- Ledakan yang diduga bom di sebuah rumah kontrakan di Desa Pogar, Kecamatan Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (5/7/2018) siang, terjadi hingga empat kali. Tiga ledakan terjadi sebelum pukul 11.30 WIB, sedangkan ledakan keempat terjadi saat polisi mengejar pelaku beberapa saat kemudian.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol. Frans Bangun Mangera, dalam keterangannya yang disiarkan CNN Indonesia menyampaikan kronologi terungkapnya ledakan itu. Pada pukul 11.30 WIB, polisi menerima laporan dari pemilik rumah kontrakan bahwa telah terjadi tiga kali ledakan di rumah itu. Menurut Frans, pelapor yang tidak diungkapkan identitasnya ini tinggal di sekitar rumah tersebut.

Polisi pun mendatangi lokasi rumah tersebut dan menemukan penghuni rumah tergesa-gesa keluar. Saat itulah, polisi mengejar mereka namun satu lagi bom meledak saat terjadi kejar-kejaran di sebuah lorong di permukiman padat penduduk itu. Ledakan terakhir membuat anak kecil yang bersama pelaku mengalami luka-luka.

"Ketika polisi datang ke rumah kontrakan di Bangil pada pukul 11.35 WIB, dari dalam rumah kontrakan itu, dengan tergesa-gesa keluarlah seorang pria dan ibu serta anaknya membawa ransel. dan kemudian kita melakukan pengejaran terhadap yang bersangkutan. Kemudian di lorong itu terjadi ledakan lagi sehingga mengakibatkan anak yang bersama-sama dengan orang tadi mengalami luka," kata Frans.

Anak laki-laki berusia enam tahun tersebut kemudian diantar polisi ke rumah sakit. Sedangkan perempuan yang ikut lari bersamanya dibawa ke Polres Pasuruan untuk diperiksa. Sementara itu, pria yang membawa ransel hitam masih dalam pengejaran polisi.

Polisi belum bisa mengungkapkan jenis bahan yang meledak di rumah kontrakan tersebut, termasuk daya ledaknya apakah low explosive atau high explosive. "Kami memang belum menyampaikan ke publik apa kandungan dari ledakan ini, apakah high atau low esplosive. Biarkan labfor dan science identification yang bekerja. Fokus kami adalah melakukan pengejaran dan memeriksa ibu itu," kata Frans.

Informasi yang beredar, ledakan tersebut terdengar hingga radius 500 meter. Tidak terjadi kerusakan berarti pada bangunan rumah kontrakan tersebut, namun sejumlah kaca jendela mengalami kerusakan.

Polisi telah memasang garis polisi dengan jarak sekitar 100 meter dari lokasi kejadian supaya tidak ada warga yang mendekat. Lokasi ledakan memang berada di permukiman padat penduduk sehingga polisi butuh tenaga ekstra untuk menyeterilkan kawasan itu.