Israel Tutup Perbatasan Suriah

Pengungsian warga Suriah di Golan (Reuters/Ammar Awad)
02 Juli 2018 16:15 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, TEL AVIV – Perang saudara di Suriah kembali pecah dan membuat kondisi negara tersebut tidak aman. Jadi, banyak warga sipil yang memilih melarikan diri ke negara tetangga. Salah satu negara tujuan pengungsi Suriah adalah Israel. Kali ini, pemerintah Israel menutup pintu perbatasan guna mencegah masuknya pengungsi dari Suriah.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan, pihaknya bakal tetap memberikan bantuan kemanusiaan kepada pengungsi Suriah. Namun, Israel terpaksa menutup pintu perbatasan untuk mempertahankan wilayah. Mereka telah mengerahkan pasukan militer ke wilayah perbatasan guna mencegah meluasnya pertempuran di Suriah.

"Kami akan memberikan bantuan kemanusiaan semaksimal mungkin untuk pengungsi Suriah. Namun, kami tidak akan mengizinkan mereka masuk ke wilayah ini," kata Benjamin Netanyahu seperti dikutip dari The Guardian, Senin (2/7/2018).

Menurut catatan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), pertempuran di Suriah yang pecah sejak 19 Juni 2018 menyebabkan lebih dari 160.000 orang mengungsi. Sebagian pengungsi Suriah mendirikan tenda darurat di dekat Dataran Tinggi Golan yang dikuasai Israel.

Pemerintah Israel telah memberikan berbagai bantuan termasuk fasilitas medis untuk pengungsi. Mereka juga mengirimkan tenda, makanan, serta pakaian untuk pengungsi Suriah yang bertahan di Golan.

Selain Israel, Yordania menjadi negara yang paling banyak menampung pengungsi Suriah. Sampai saat ini, tercatat sekitar 650.000 orang Suriah mengungsi di Yordania.