Myanmar Dinilai Belum Siap Terima Pengungsi Rohingya

Ketua Palang Merah Internasional, Peter Maurer, berinteraksi dengan pengungsi Rohingya di Cox's Bazaar, Bangladesh (Reuters/Mohammad Ponir Hossain)
02 Juli 2018 18:15 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, YANGON – Pemerintah Myanmar disebut belum siap menerima kembali warga Rohingya yang mengungsi di Bangladesh sejak Agustus 2017 lalu. Saat ini, mereka tengah mempersiapkan tempat penampungan sementara untuk para pengungsi sebelum proses pemulangan kembali atau repatriasi dimulai.

Tapi, Ketua Palang Merah Internasional, Peter Maurer, mengatakan, Myanmar belum siap menerima pengungsi Rohingya kembali. Pembangunan tempat penampungan sementara di Rakhine utara belum selesai.

"Saya rasa masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum proses repatriasi dimulai. Menurut saya, saat ini Myanmar belum siap menerima kembali pengungsi Rohingya," kata Peter Maurer seperti dilansir The Guardian, Senin (2/7/2018).

Pernyataan Peter Maurer dibuat setelah dia meninjau langsung kondisi di Myanmar. Dia ingin proses repatriasi ratusan ribu warga Rohingya di Myanmar berjalan lancar sesuai dengan yang telah direncanakan. Sementara itu, pemerintah Myanmar enggan memberikan komentar apapun tentang pernyataan tersebut.

Tapi, Direktur Imigrasi Myanmar di Nga Khu Ra, Win Khaing, mengatakan, pihaknya telah siap menerima kepulangan warga Rohingya sejak Januari 2018 lalu. "Kami sudah siap menerima mereka [warga Rohingya] kembali sejak Januari 2018," kata Win Khaing seperti dilansir Straits Times. Namun, sampai saat ini tempat pengungsian yang sudah dipersiapkan terlihat sepi. Mereka juga terlihat kurang bisa meyakinkan warga Rohingya untuk kembali ke Myanmar.

Sejauh ini, petugas yang berada di tempat pengungsian Nga Khu Ra, Myanmar hampir tidak mengerjakan apa pun selain duduk di kantor kosong. Mereka hanya menyambut para wartawan dan tamu lain yang berkunjung ke tempat pengungsian tersebut.

Memski demikian, sejumlah laporan menyebut sekitar 200.000 warga Rohingya telah kembali ke Rakhine, Myanmar. Sementara sekitar 500.000 lainnya memilih bertahan di Bangladesh karena takut kekerasan yang dilakukan militer Myanmar kembali terjadi.