September, Tol Soker Nyambung ke Ngawi

Sejumlah petugas menyosialisasikan kartu pembayaran tol nontunai Gerbang Tol Sawahan, Ngemplak, akhir pekan lalu. (Solopos/Aries Susanto)
01 Juli 2018 21:30 WIB Aries Susanto Nasional Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Jalan bebas hambatan atau tol Solo-Kertosono (Soker) ditarget sudah bisa terhubung hingga Ngawi pada September tahun ini. Sementara itu, Salatiga-Boyolali-Solo ditarget sudah bisa terhubung akhir Oktober.

Direktur Utama PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN), David Wijayatno, kepada Solopos.com, akhir pekan lalu, mengatakan pada semester II ini kesibukan PT JSN sangat padat. Selain menyosialisasikan sistem pembayaran nontunai di pintu masuk Tol Soker dan persiapan peresmian tol, PT JSN juga dikejar target penyelesaian ruas Tol Salatiga-Solo dan Sragen-Ngawi.

"Bulan Juli ini agendanya peresmian Tol Soker Colomadu-Sragen sepanjang 35 km. Namun, kami juga mengejar target penyelesaian ruas Tol Salatiga-Solo dan Tol Sragen-Ngawi," jelasnya.

David menyebutkan penyelesaian ruas Tol Sragen-Ngawi  masih ada sejumlah kendala pembebasan lahan di lima overpass sehingga penyelesaian prasarana pendukung ruas jalan tol terkendala. "Doakan segera selesai pembebasan lahan ini sehingga target kami akhir September bisa kelar dan diresmikan," jelasnya.

Ditanya perkembangan proyek ruas tol Salatiga-Boyolali, David mengatakan saat ini sudah mencapai 75%. Ditargetkan akhir Oktober 2018, pembangunan jalan penghubung Solo-Semarang ini bisa selesai.

"Selanjutnya, November akan dilakukan uji kelayakan dan pada akhir 2018 sudah bisa dioperasionalkan," jelasnya.

Lebih jauh dia menjelaskan jika tol Salatiga-Boyolali sudah terhubung, jalan bebas hambatan mulai Wilangan, Jawa Timur, hingga Semarang, Jawa Tengah, terhubung semua. Disusul kemudian tol Wilangan-Surabaya yang sudah selesai.

"Perjalanan Surabaya-Semarang bisa sangat singkat dan hanya 5-6 jam. Ini sangat membantu masyarakat," jelasnya.

David belum bisa menyebutkan secara pasti kapan peresmian tol Soker Colomadu-Sragen. Yang menentukan jadwal peresmian pemerintah pusat.

"Yang jelas, Juli ini diresmikan. Sambil menanti waktu peresmian tol, kita gunakan waktu ini sebagai sosialisasi penggunaaan kartu pembayaran tol nontunai. Namun, pengguna tol masih tidak dikenai tarif alias nol rupiah," jelasnya.

Dalam kesempatan terpisah sebelumnya, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cabang Solo, Bandoe Widiarto, menjelaskan sosialisasi penggunaan kartu tol sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, terutama pengguna jalan tol yang sebelumnya menggunakan transaksi dari tunai menjadi nontunai.

Untuk menyediakan kartu transaksi nontunai (e-Toll Card) Tol Soker, kata Bandoe, BI menggandeng enam bank, di antaranya Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA, BTN, dan Bank Jateng.