Siapkan Berkas! Juli Penerimaan CPNS 2018

Ilustrasi PNS (Istimewa/Setkab.go.id)
24 Juni 2018 18:00 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Lowongan penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 kembali dibuka. Pemerintah berencana membuka lowongan penerimaan CPNS 2018 setelah gelaran PIlkada 2018. Diperkirakan Juli 2018, lowongan penerimaan CPNS dibuka. Apa saja persyaratan yang dibutuhkan?

Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan, kepada Liputan6,com, Jumat (22/6/2018), menyatakan pembukaan lowongan penerimaan CPNS berlangsung Juli jika Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) sudah menyelesaikan formasi penerimaan CPNS.

"Mudah-mudahan saja (dibuka Juli) jika Pak Menteri PANRB sudah oke, formasi sudah ada, daerah dan kementerian atau lembaga dapat berapa formasinya," ujarnya.

Lalu apa saja persyaratan yang dibutuhkan untuk mendaftar lowongan penerimaan CPNS 2018?

Dikutip dari akun resmi twitter BKN, pelamar harus menyiapkan scan atau foto ijazah, transkrip nilai, foto, Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), dan nilai TOEFL jika ada. Jangan lupa pula dokumen daftar riwayat hidup alias curiculum vitae (CV).

"Siapkan pula dok CV, nanti tinggal dicopas ke web SSCN," tulis akun tersebut.

Selain itu, Anda juga jangan buru-buru mendaftar. Pelamar harus dengan seksama membaca persyaratan untuk jabatan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan.

"Sambil menunggu pengumuman penerimaan #CPNS2018 resmi dr @kempanrb, pastikan NIK & KK terdaftar di database nasional @ccdukcapil," tulis admin BKN.

Jabatan Teknis

Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur, dalam situs resmi Kementerian PANRB mengatakan, lowongan terbesar formasi CPNS tahun 2018 akan difokuskan untuk jabatan-jabatan teknis dan spesialis. Langkah ini guna mendukung pembangunan daerah tertinggal, terluar, dan terdepan.

Penerimaan CPNS akan diprioritaskan untuk tenaga pendidikan dan kesehatan, tenaga pendukung pembangunan infrastruktur, poros maritim, ketahanan energi, serta ketahanan pangan.

“Kita memerlukan spesialisasi keahlian, sehingga perencanaan dan usulan ASN baru harus difokuskan pada jabatan-jabatan spesifik sesuai core business instansi, arah pembangunan nasional/daerah, dan sasaran nawacita, sehingga dapat meningkatkan daya saing bangsa di kancah internasional,” ujarnya.

Saat ini jumlah PNS adalah 4,3 juta lebih, dengan proporsi terbesar selain guru adalah tenaga pelaksana/administrasi, sebesar 1,6 juta atau sekitar 38 persen.

Untuk mendukung terciptanya birokrasi berkelas dunia tahun 2024, pemerintah menyelenggarakan program strategis yang dimulai dari perencanaan, rekrutmen dan seleksi, pengembangan kompetensi, hingga reformasi kesejahteraan.

Sumber : Liputan6.com