Pepernusa: Pendaftaran Mudik Gratis Kemenhub Terlalu Ribet

Peserta mudik gratis yang tak memiliki tiket balik protes kepada petugas Kemenhub di Terminal Tipe A Tirtonadi, Solo, Rabu (20/6 - 2018) siang. (Solopos/Irawan Sapto Adhi)
20 Juni 2018 19:35 WIB Irawan Sapto Adhi Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Paguyuban Perantau Nusantara (Papernusa) yang memiliki anggota lebih dari 90.000 orang di Indonesia mengkritik buruknya sistem pendaftaran peserta program Mudik Gratis  Lebaran 2018 menggunakan bus yang disediakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Pejabat Humas Papernusa Nasional, Fajar Suryanto, mengapresiasi Kemenhub yang pada tahun ini mulai menyediakan layanan pendaftaran peserta Mudik Gratis 2018 secara online. Keberadaan layanan online tersebut jelas memudahkan masyarakat untuk mengisi data diri saat mendaftar program tahunan itu.

Namun, hal yang sangat disesalkan para perantau saat mendaftar program Mudik Gratis, yakni pada tahap verifikasi data yang mesti dilewati masyarakat setelah mengisi data secara online lewat laman http://mudikgratis.dephub.go.id/. Saat proses verifikasi, kata Fajar, rata-rata pendaftar harus bolak balik ke pos verifikasi dua kali hingga empat kali sampai dapat tiket mudik gratis.

“Ini jelas kurang efektif. Kejadian ini yang kami temukan di sejumlah pos pendaftaran, terutama di Bulungan Blok M, Jakarta. Para pemudik harus bolak balik bahkan hingga empat kali ke pos untuk keperluan verifikasi data,” kata Fajar saat diwawancarai Solopos.com di sela-sela memantau proses verifikasi data peserta Mudik Gratis yang hendak berangkat dari Terminal Tirtonadi Solo menuju Jakarta, Rabu (20/6/2018) siang.

Fajar menjelaskan setelah mendaftar secara online, peserta awalnya diminta mendatangi pos pendaftaran terdekat untuk verifikasi kode booking. Peserta yang datang pada tahap verifikasi tersebut kemudian diminta datang lagi ke pos pendaftaran pada pekan berikutnya untuk menyerahkan data diri berupa fotokopi KTP dan KK.

Fajar ingat saat itu pendaftar dipersilakan saja menumpuk data di meja panitia tanpa adanya nomor antrean. Ternyata hal itu membuat beberapa data hilang. Dia menyesalkan sikap panitia yang tidak langsung memasukkan data pemudik.

Akhirnya, kata Fajar, data pemudik dikumpulkan lagi oleh petugas. Keesokan harinya pemudik baru dipersilakan balik lagi untuk mengambil tiket.

Tapi, saat ingin mengambil tiket, pemudik yang datang ke pos Bulungan dikecewakan lagi dengan kejadian data pemudik yang belum di-input ke tiket. Akhirnya petugas menggunakan sistem pengecekan dengan cara cek nomor NIK pemudik.

Setelah data di-input ke tiket dan dipilih nomor bus oleh petugas, pemudik baru dicetakkan tiket. Fajar menyesalkan saat pemberian tiket banyak pemudik yang tidak mengetahui masalah jam keberangkatan, perolehan tiket arus balik dan mudik, dan lain sebagainya.

Hal itu juga, menurut dia, yang membuat para pemudik di Terminal Tirtonadi Solo kebingungan pada Rabu ini. Beberapa pemudik merasa kecele karena tidak mendapatkan tiket balik saat melakukan verifikasi di Bulungan.

“Saya pantau dari 1 Mei sejak pendaftaran ternyata proses mengambil tiket memang sangat dipersulit atau panjang. Coba mereka yang sudah menerapkan sistem online ini hanya mengharuskan pemudik datang sekali untuk verifikasi, kan bagus, enak. Nyatanya datang lagi verifikasi, daftar lagi, masih harus menunggu input data ke tiket, baru tiket bisa diambil. Peserta bisa sampai bolak balik empat kali,” kata laki-laki asal Karanganyar tersebut.

Saat dimintai tanggapan, Koordinator Pengelola Terminal Tipe A Tirtonadi, Joko Sutriyanto, mengatakan sejumlah peserta Mudik Gratis tak mengantongi tiket balik kemungkinan besar karena melakukan kesalahan saat proses pendaftaran. Mereka diyakini tak mengklik pilihan mendapat tiket balik Lebaran atau hanya memilih opsi perjalanan mudik Lebaran.

Dengan demikian, mereka tidak terdaftar sebagai peserta mudik gratis untuk perjalanan balik dari Solo ke Jakarta. Dia menyebut nyatanya ada banyak peserta Mudik Gratis  yang langsung menerima tiket mudik dan balik Lebaran saat melakukan verifikasi di Jakarta setelah mereka mengklik dua pilihan untuk arus mudik dan balik Lebaran.

“Sementara mereka yang ingin balik tapi tidak punya tiket kami carikan dulu solusinya. Siapa tahu ada kursi kosong yang bisa digunakan mereka atau tidak menutup kemungkinan ada armada tambahan. Semua sedang diupayakan,” kata Joko, Rabu sore.