Gempa 6,1 SR Merusak 500 Sekolah di Osaka Jepang

Potret kerusakan bangunan yang diguncang gempa bumi di Osaka, Jepang (Reuters)
19 Juni 2018 15:30 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, OSAKA – Gempa berkekuatan 6,1 Skala Richter (SR) mengguncang Kota Osaka, Jepang, Senin (18/6/2018), pagi. Empat orang meninggal dunia dan lebih dari 380 lainnya terluka akibat bencana alam tersebut. Gempa bumi itu juga merusak lebih dari 500 bangunan sekolah.

Dikutip dari Japan Times, Selasa (19/6/2018), sejumlah perusahaan manufaktur di Jepang berhenti beroperasi setelah diguncang gempa. Adapun perusahaan tersebut adalah Honda Motor, Panasonic Corp, Mitsubishi Motors Corp, dan Daihatsu Motor Co.

"Panasonic menghentikan kegiatan operasional di dua pabrik karena sejumlah pekerja terjebak kemacetan akibat gempa," demikian pernyataan yang disampaikan pihak Panasonic Corp.

Meski tidak berpotensi menimbulkan tsunami, gempa bumi tersebut membuat sejumlah pusat perbelanjaan tutup. Selain itu, ada juga restoran cepat saji yang tutup sementara. Bahkan, sejumlah perusahaan jasa ekspedisi ikut berhenti beroperasi dan membuat proses pengantaran barang tertunda.

Menurut ahli vulkanologi Jepang, gempa tersebut bisa kembali terjadi dalam waktu dekat. Oleh sebab itu, mereka meminta pemerintah dan warga Kota Osaka lebih waspada dengan kemungkinan adanya gempa susulan.

"Sumber gempa itu dangkal, sehingga ada kemungkinan terjadi susulan," kata Yasuhiro Suzuki, seorang profesor di Pusat Studi Mitigasi Bencana di Universitas Nagoya.

Menurut catatan Badan Meteorologi Jepang, gempa berkekuatan 6,1 SR yang berpusat di utara Kota Osaka itu memiliki kedalaman sekitar 13 kilometer. Yasuhiro Suzuki menyebut gempa ini kemungkinan tidak disebabkan oleh patahan aktif.

"Gempa dengan kekuatan seperti ini bisa terjadi di manapun di Jepang atau wilayah lain yang tidak memiliki patahan aktif. Tapi, untuk kali ini lokasinya berdekatan dengan daerah patahan aktif," terang Yasuhiro Suzuki.

Kolom 8 hours ago

Arisan