Angelina Jolie Ngeri Cium Bau Mayat di Mosul

Angelina Jolie di Mosul, Irak (UNHCR/Andrew McConnell/Reuters)
18 Juni 2018 19:00 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, MOSUL – Angelina Jolie sangat prihatin melihat kondisi Kota Mosul, Iraq, yang porak poranda akibat gempuran kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Dia juga mencium bau mayat di reruntuhan bangunan yang dikunjunginya di hari kedua perayaan Idulfitri 2018.

Situs resmi Komisioner Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Pengungsi (UNHCR) melaporkan, Angelina Jolie mengunjungi Mosul kurang dari setahun setelah kota itu bebas dari cengkeraman ISIS. Ini merupakan kali kelima Angelina Jolie sebagai Duta UNHCR mengunjungi Irak sejak 2001 silam.

Artis Hollywood itu berjalan di antara reruntuhan bangunan yang hancur akibat ledakan bom. Dia menemui para pengungsi dan membahas upaya membangun kembali kehidupan di Kota Mosul. "Ada mayat di reruntuhan bangunan ini. Anda dapat mencium bau mayat itu," kata Angelina Jolie seperti dilansir RT, Minggu (17/6/2018).

Meski bukan kali pertama, Angelina Jolie menilai kondisi Kota Mosul yang dilihatnya sangat parah. Dia menyebut kehancuran itu merupakan yang paling mengerikan. Hatinya teriris kala melewati jalanan sempit di kota yang telah hancur.

"Ini adalah kehancuran paling buruk yang pernah saya lihat selama bekerja dengan UNHCR. Ada tubuh manusia di balik reruntuhan ini. Anggota keluarga yang masih hidup tidak bisa memindahkannya. Ini benar-benar mengerikan," ungkap Angelina Jolie.

Bintang film Maleficent itu meminta semua pihak bekerja sama menghentikan perang. Dia juga menyerukan kepada semua pihak tidak melupakan warga Mosul yang dilanda trauma. "Tempat pengungsian di dekat kota masih penuh. Kondisi Mosul masih sangat mengerikan. Membangun kembali kehidupan di Mosul sangat penting untuk menjaga stabilitas Irak di masa depan," kata Angelina Jolie.

"Saya berharap kita dapat menemukan jalan terbaik untuk mencegah konflik di masa depan. Warga Mosul juga harus disembuhkan dari trauma. Tidak ada rumah, obat-obatan, dan air bersih untuk mereka," tegasnya.

 

Kolom 8 hours ago

Arisan