12 Orang Meninggal dan 16 Terluka saat Mudik di Jateng

Arus lalu lintas di tol Salatiga-Solo, tepatnya di jembatan Kali Kenteng, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jateng, Sabtu (9/6 - 2018). (Twitter/@kominfo_jtg)
18 Juni 2018 19:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Sebanyak 12 nyawa melayang sementara 16 orang lainnya terluka akibat kecelakaan selama arus mudik Lebaran 2018. Angka kasus kecelakaan lalu lintas selama penyelenggaraan angkutan mudik Lebaran 2018 menurun 15 persen.

Sementara itu, puncak arus balik Lebaran diprediksi terjadi pada Selasa (19/6/2018). Kapolda Jateng, Irjen Pol. Condro Kirono, mengungkapkan ada 149 kejadian kecelakaan lalu lintas dengan jumlah korban meninggal 12 orang dan luka berat 16 orang selama arus mudik Lebaran 2018.

Angka kasus kecelakaan tersebut menurun 15 persen dibanding periode yang sama Lebaran tahun lalu. “Semua kejadian ini berada di luar jalan tol, kalau yang di jalan tol fungsional itu tidak ada korban meninggal,” katanya ketika dijumpai wartawan di sela-sela pembagian bingkisan sembako Presiden Joko Widodo di Graha Saba Buana Solo, Sabtu (16/6/2018).

Kapolda berharap angka kecelakaan turun lagi saat arus balik. Kapolda pun mengimbau warga melakukan perjalanan arus balik menggunakan jalur tol. Terlebih, untuk melintas jalan tol juga masih gratis. “Kalau bisa pemudik menghindari jalur di tengah kota,” katanya.

Kapolda mencontohkan jalan kota Boyolali yang dinilai sudah padat. Kepadatan lalu lintas terjadi seperti di wilayah Tengaran karena adanya penyempitan jalan. Kapolda mengatakan jalur tol Salatiga-Solo dari arah timur ke barat dibuka mulai Senin (18/6/2018) pukul 06.00 WIB. “Jalur di Kali Kenteng akan dibuka selama 24 jam,” katanya.

Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di tanjakan Kali kenteng, Polda juga akan menyiapkan pagar betis dan juga kayu pengganjal. Tujuannya, warga yang melintas bisa aman dan selamat sampai tujuan.

Kapolda membantah beredarnya informasi tanjakan Kali Kenteng memiliki derajat kemiringan mencapai 57 derajat. Menurutnya, informasi tersebut salah. Tanjakan di Kali Kenteng hanya berkisar 7,4 derajat. Meski begitu, Kapolda tetap mengimbau kepada pengguna jalan tol untuk berhati-hati saat melintas di jalan tersebut.

“Beroperasi jalan tol baik yang sudah dioperasionalkan, maupun difungsikan sangat berdampak pada arus mudik Lebaran,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Kapolda juga meminta seluruh jajarannya memantau kawasan-kawasan objek wisata, terutama di pegunungan. Saat ini, masyarakat menyerbu kawasan objek wisata guna mengisi hari libur Lebaran.

Kapolda melarang masyarakat menggunakan kendaraan atau mobil bak terbuka untuk berwisata di kawasan puncak atau ketinggian. Alasannya, kendaraan bak terbuka sangat berbahaya jika digunakan mengangkut penumpang orang karena minim pengamanan.

“Jika terjadi kecelakaan akan memakan jumlah korban yang sangat banyak,” katanya.

Beberapa kawasan wisata dengan ketinggian dipetakan itu seperti di Dieng, Kabupaten Wonosobo, Guci di Kabupaten Tegal dan Tawangmangu, kabupaten Karanganyar.