Israel Sebut Razan Najjar Kena Peluru Nyasar

Razan Ashraf Al Najjar (Palestine Chronicle)
08 Juni 2018 04:00 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, TEL AVIV – Kematian petugas medis Palestina, Razan Najjar, akibat tembakan militer Israel, Jumat (1/6/2018),masih menjadi buah bibir. Razan Najjar merupakan satu dari beberapa petugas medis yang bersiaga di Jalur Gaza sejak awal Maret 2018.

Razan Najjar bersama relawan medis lainnya berjalan beriringan mendekati pagar pembatas di mana pengunjuk rasa berkumpul. Razan dan timnya berusaha mengevakuasi warga sipil yang terluka. Mereka mendekati pagar pembatas dengan busana khas medis beserta logo relawan medis Palestina. Bahkan, Razan dan timnya mengangkat tangan sembari berjalan pelan secara tenang. Tapi, tetap saja mereka menjadi sasaran tembak yang akhirnya menewaskan Razan.

Militer Israel berjanji menyelidiki kematian Razan Najjar sampai tuntas. Menurut isu yang beredar, Razan meninggal dunia akibat terkena peluru dari penembak jitu Israel. Namun, dalam laporan terbaru, militer Israel mengklaim jika Razan terkena peluru yang salah sasaran.

"Hasil penyelidikan menemukan fakta baru. Tentara kami melepaskan tembakan ke arah demonstran. Namun, peluru tersebut malah merenggut nyawa Razan Najjar," demikian pernyataan dari militer Israel seperti dilansir Hareetz, Rabu (6/6/2018).

Sampai saat ini, militer Israel masih terus melakukan penyelidikan tentang kasus kematian tragis Razan Najjar. "Kami masih menyelidiki siapa saja yang melepaskan tembakan selama aksi protes berlangsung sekaligus berapa banyak amunisi yang dipakai," sambung pernyataan tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Razan Najjar meninggal dunia saat hendak menolong warga sipil Palestina di dekat pagar pembatas Gaza-Israel. Dia yang bergerak sambil mengangkat tangan terkena tembakan di bagian dadanya. Razan tampak tak berdaya saat diangkat oleh enam pengunjuk rasa untuk dilarikan ke Rumah Sakit Khan Younis. Juru bicara rumah sakit menyebut peluru menembus dada Razan hingga tembus keluar di punggung.

Penembakan terhadap paramedis Palestina oleh tentara Israel ini telah sering terjadi. Seorang paramedis bernama Mazen Jabreel Hasna merupakan salah satu korban penembakan sniper Israel. Menurutnya, paramedis adalah salah satu sasaran tembak utama militer Israel. Dia mengalami cedera di bagian kaki karena terkena peluru sniper Israel.

"Penembakan seperti itu menjadi seni bagi para sniper Israel. Mereka tahu betul luka seperti apa yang akan dialami calon korbannya. Jadi, jika dia ingin kamu hidup, maka kamu akan hidup. Tapi, jika tidak, dia akan membunuhmu dalam satu kali tembak," kata Hasna yang duduk di kursi roda seperti dikabarkan Aljazeera.