Kali Pertama dalam Sejarah! Filipina Tetapkan Libur Idul Fitri

Aktivis membentangkan gambar Presiden Filipina Rodrigo Duterte untuk memprotes status darurat militer di Mindanao, di Metro Manila, 23 Mei 2018. (Reuters / Romeo Ranoco)
07 Juni 2018 15:35 WIB John Andhi Oktaveri Internasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Presiden Filipina Rodrigo Duterte menetapkan tanggal 15 Juni 2018 sebagai hari libur nasional untuk menandai perayaan Idul Fitri di Filipina yang penduduknya mayoritas beragama Katolik. Penetapan Idul Fitri sebagai hari libur nasional di Filipina memang tercantum dalam undang-undang yang ditetapkan 2002 pada masa kemimpinan Presiden Gloria Arroyo.

Akan tetapi laporan media di Filipina, sebagaimana mengutip staf ahli Presiden Duterte, menyebutkan surat keputusan penetapan hari libur nasional untuk perayaan Idul Fitri ditandatangani oleh Duterte, Rabu (6/6/2018).

"Berdasarkan surat keputusan yang ditandatangani pada 6 Juni 2018, Presiden menetapkan Jumat, 15 Juni 2018, sebagai hari libur reguler di seluruh wilayah Filipina, untuk menandai perayaan Idul Fitri," menurut keterangan staf ahli presiden, Christopher Go, sebagaimana dikutip BBC.com, Kamis (7/6/2018).

Undang-Undang (UU) tahun 2002 menyatakan bahwa hari penetapan Idul Fitri disesuaikan dengan kalender Islam. Dalam Islam, Idul Fitri ditetapkan melalui kalender bulan atau dengan pengamatan astronomis yang juga menjadi dasar dalam menetapkan datangnya Idul Fitri oleh undang-undang di Filipina.

Jumlah total penduduk Filipina sekitar 94 juta jiwa, sebagian besar beragama Katolik dan sekitar 5% memeluk agama Islam. Populasi warga Muslim terbesar Filipina berasal dari kawasan selatan.