Spanduk Nyeleneh Polisi di Kulonprogo: Alon-Alon, Rumah Sakit Penuh!

Polwan Polres Kulonprogo memasang imbauan keselamatan berkendara di sepanjang jalan nasional setempat, Selasa (5/6 - 2018). (Harian Jogja / Beny Prasetya)
05 Juni 2018 19:16 WIB Beny Prasetya Nasional Share :

Solopos.com, KULONPROGO -- Ada yang berbeda dengan pemasangan banner dan baliho imbauan keselamatan berkendara kepada pengguna jalan oleh Satlantas Polres Kulonprogo, Selasa (5/6/2018) sore. Imbauan yang tertulis dalam banner berukuran 2 meter x 3 meter itu dituangkan dalam kalimat yang nyeleneh.

Salah satu contohnya adalah seperti imbauan "Ngantuk Ojo Nyopir, Nyopir Ojo Ngantuk, Hati-Hati Motor Masih Kredit, Alon-Alon Bae Rumah Sakit Penuh". Selain itu, ada kalimat-kalimat menggelitik lainnya. Puluhan banner tersebut dipasang Satlantas di sepanjang tepi jalan jalan nasional mulai pintu masuk DIY dari arah Purworejo hingga Kecamatan Sentolo.

Kasatlantas Polres Kulonprogo, AKP Maryanto, menuturkan bahwa pihaknya memasang sekitar 80 round text dan banner di sepanjang jalan nasional. Menurutnya, imbauan dalam puluhan banner tersebut sengaja dibuat dengan kalimat di luar pakem alias tidak biasa.

"Di wilayah Polda DIY memang ada batas maksimal kecepatan yakni 50 kilometer/jam selama Ops Ketupat Progo 2018. Untuk round teks dengan nada menggelitik memang itu inovasi kami suoaya pengendara motor tertarik melihat dan membacanya," ungkap Maryanto, Selasa (5/6/2018), selepas melakukan pemasangan round text di Gembongan, Desa Sukoreno, Kecamatan Sentolo yang merupakan jalur rawan kecelakaan.

Maryanto turut menyatakan, pihaknya juga memasang sejumlah rambu tambahan dan banner imbauan di jalur alternatif. Rambu itu dipasang di Jl Daendels dan jalan Kalibawang-Magelang. Turut juga pemadangan banner Nyleneh itu juga dipasang dijalur menuju sejumlah objek wisata.

"Apabila ada yang kedapatan melanggar batas kecepatan, maka kita akan lakukan penindakan secara estafet. Penindakan bisa berupa teguran ataupun penilangan," pungkas Maryanto.

Salah seorang pengguna jalan, Anom Bagas R, 19, turut mengapresiasi langkah inovatif dilakukan oleh kepolisian. Menurutnya dengan adanya hal ini pesan imbauan akan terngiang ketimbang imbauan yang normatif.

"Jadi petugas bisa diterjunkan di titik-titik tertentu. Kalimatnya juga mengundang untuk dibaca. Kalau saya sendiri mengapresiasi, terus teringat" katanya.