Militer Israel Klaim Selidiki Kematian Razan Najjar

Razan Najjar (berkerudung marun) bersiaga di tengah/tengah unjuk rasa di Jalur Gaza 1 April 2018 (Reuters/Ibraheem Abu Mustafa)
04 Juni 2018 04:00 WIB Muhammad Rizal Fikri Internasional Share :

Solopos.com, GAZA – Seorang perempuan relawan medis asal Palestina, Razan Najjar, tewas ditembus peluru panas penembak jitu Israel. Terkait kisah tragis itu, kini pihak militer Israel mengklaim akan melakukan penyelidikan.

Dilansir Times of Israel, Minggu (3/6/2018), militer Israel menegaskan timnya bertindak sesuai prosedur. Meski demikian, dalam sebuah pernyataan tertulis, militer Israel sedang menyelidiki kasus tewasnya Razan Najjar.

Pada Jumat (1/6/2018), saat Razan ditembak penembak jitu Israel, Ia hendak mengevakuasi warga sipil yang terluka akibat unjuk rasa. Razan dan timnya memakai rompi medis warna putih lengkap dengan logo sebuah organisasi relawan. Bahkan dari video Associated Press, tampak Razan dan relawan medis lainnya mengangkat tangan saat mendekati lokasi unjuk rasa.

Militer Israel mengungkap ada ribuan pengunjuk rasa yang terbagi di lima lokasi sepanjang perbatasan Jalur Gaza pada hari Jumat. Pengunjuk rasa membakar ban dan ada juga yang berusaha merusak infrastruktur keamanan Israel. Tembakan diarahkan ke kendaraan bermotor yang mendekati pagar pembatas dan ke pengunjuk rasa yang nekat melewati pagar. Militer Israel mengklaim ada warga yang melewati pagar pembatasn untuk meletakkan bom dan kemudian kembali ke Gaza.

Lebih lanjut, militer Israel menegaskan hanya menembak pengunjuk rasa yang mencurigakan atau tampak akan melakukan sesuatu yang berbahaya. Israel juga menuduh Hamas sering menggunakan warga sipil untuk melakukan serangan. Namun pihak militer Israel juga tidak memungkiri tentaranya beberapa kali salah tembak karena kondisi unjuk rasa yang kacau dan asap di mana-mana.

Tewasnya Razan mengundang protes dari berbagai pihak. Koordinator Kemanusiaan PBB, Jamie Mc Goldrick, menyebut tindakan militer Israel kepada Razan adalah sebuah tindakan keji yang layak dihukum.

“Sengaja membunuh relawan medis yang memakai seragam dan penanda lengkap di sebuah aksi unjuk rasa adalah sebuah tindakan keji dan tercela, ” ucap Jamie seperti dikutip Times of Israel.

Utusan PBB untuk Timur Tengah, Nickolay Mladenov, mencuitkan pandangannya dan meminta Israel dan Hamas untuk lebih melunak agar tak jatuh korban lebih banyak dari warga sipil. “Petugas medis bukanlah target #NotATarget. Israel perlu memikirkan ulang kebijakannya dalam menggunakan senjata api ke pengunjuk rasa. Hamas juga perlu berkoordinasi agar tak ada insiden di dekat perbatasan,” cuit Nickolay.