Selepas Ramadan Razan Najjar Dilamar, Takdir Berkata Lain

Relawan medis asal Palestina, Razan Najjar (Instagram eye.on.palestine )
03 Juni 2018 21:40 WIB Muhammad Rizal Fikri Internasional Share :

Solopos.com, GAZA – Kisah tragis tewasnya perempuan relawan medis yang bertugas di Jalur Gaza, Razan Najjar, 21, mengundang simpati dari dunia dan kecaman dari berbagai pihak. Terlepas dari semua respons itu, beredar kabar bahwa Razan berencana akan dilamar kekasihnya selepas bulan Ramadan.

Razan merupakan relawan medis yang tergabung di Palestinian Medical Relief Society (PMRC). Ia sudah menjadi relawan medis sejak hari pertama unjuk rasa dilakukan akhir Maret 2018. Pada Jumat (1/6/2018), seperti hari-hari sebelumnya, anak tertua dari enam bersaudara itu siaga di tempat unjuk rasa demi memberikan pertolongan bagi siapapun yang terluka.

Dilansir Times of Israel, Minggu (3/6/2018), juru bicara PMRC mengungkap, sebelum ditembak, Razan dan tiga relawan medis lainnya mendekati pagar perbatasan Gaza-Israel. Mereka melihat seorang warga sipil tergeletak karena luka. Razan dan tiga relawan lainnya memakai seragam khas anggota medis berlogo PMRC. Tak hanya itu, Associated Press juga melaporkan Razan dan tiga temannya mengangkat tangan saat mendekati perbatasan. Namun tiba-tiba Razan tertembak di bagian dada tembus hingga punggung.

Selain keluarga dan teman terdekat, relawan medis yang bertugas mengurusi ambulan, Izzat Shatat, 23, menjadi orang yang paling terpukul karena meninggalnya Razan. Kepada Associated Press, Izzat mengungkap ia dan Razan sudah berniat untuk melakukan lamaran di akhir bulan Ramadan.

Izzat bercerita, pada hari Jumat itu ia sempat meminta Razan untuk tidak mendekati perbatasan. Namun rasa kemanusiaan Razan lebih besar dan menolak permintaan Izzat.

“Dia ingin menolong semua orang. Dia tak pernah menolak kalau ada yang meminta tolong. Dia akan menjadi orang pertama yang memberi pertolongan kalau melihat ada yang tertembak,” ucap Izzat seperti dikutip Times of Israel.