Pembuka Jendela Darurat Dipolisikan, Lion Air Dikecam Netizen

Penumpang Lion Air tampak berdesak/desakkan di sayam pesawat berusaha untuk turun (Okezone.com)
29 Mei 2018 18:59 WIB Adib Muttaqin Asfar/Antara Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Lion Air tak hanya mempolisikan orang yang melontarkan candaan bom di pesawat pesawat JT 687 rute Pontianak - Jakarta di Bandara Supadio Pontianak, Senin (28/5/2018) malam. Manajemen Lion juga melaporkan penumpang yang membuka jendela darurat. Tindakan Lion itu justru dikritik netizen.

"Tindakannya telah dilaporkan ke polisi," kata Corporate Communication Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantono saat dihubungi di Pontianak, Senin. Ia membenarkan bahwa pada penerbangan di pesawat Boeing 737 - 800 NG dengan nomor registrasi PK - LO itu ada penumpang yang bergurau tengah membawa bom.

Lion beralasan upaya membuka jendela darurat itu tidak dibenarkan meskipun ada ancaman bom. "Namun tidak serta merta menjadi alasan untuk membuka jendela darurat," kata Danang menegaskan.

Ia menambahkan, upaya paksa membuka jendela darurat itu juga tanpa instruksi dari awak kabin. Terhadap penumpang yang bergurau membawa bom dan penumpang yang membuka paksa jendela darurat, telah dilaporkan ke kepolisian. "Lion Air berharap, perbuatan tersebut dapat diproses sampai ke tingkat pengadilan," kata Danang, Senin malam.

Di Twitter, sikap Lion Air tersebut dikecam sejumlah netizen. Mereka menyesalkan langkah Lion Air yang mempolisikan pembuka jendela darurat itu. Netizen menilai aksi buka jendela darurat tersebut justru dilakukan karena ada candaan teror bom tersebut,

"Psikologis masyakarat saat ini masih ketakutan karena teror bom akhir2 ini.....jadi jelas reflek seseorang menyelamatkan dirinya saat didekatnya ada bom. Eh tunggu...tapi kita nunggu instruksi dlu yaa," kicau kicau @Andrea_Edogawa. "Sabar pak...sabarrr. Disini, keselamatan JENDELA lebih penting dibanding keselamatan PENUMPANG," kicaunya.

"Besok² kalo naik pesawat ini trus kalau ada isu bom jangan keluar dl tapi tanyain ke admin @lionairgroup. 'Min ini ada isu bom, saya boleh buka pintu emergency gak?' Ya biar gak dipidanakan karena buka pintu emergency," kicau @justOdir.

"Maskapai apa nih.. dlm keadaan darurat (meskipun isu yg tidak diketahui pelanggan) penumpang dilaporkan polisi.. lain kali g ush ada peragaan pintu darurat klo g boleh dibuka..," kicau @info_angga.

"Tapi pembuka pintu darurat tidak usah dipolisikan kalik... Kalo saya diposisi situ saya tetap bukak pintu darurat itu pesawat... namanya orang panik segala sesuatu tak terpikirkan... Semoga lebih bijak," kicau @ardhyardiles.

Namun, ada pula netizen yang membela sikap Lion Air. "Penggunaan pintu darurat tanpa instruksi awak pesawat lebih berbahaya lagi. Untung saja ini Engine sudah dimatikan. Coba keluar saat masih menyala lompat lewat engine lebih berbahaya," kicau @yonpurba.

Sementara itu, Polresta Pontianak telah memeriksa seorang penumpang yang sempat berteriak ada bom sehingga menyebabkan pelayanan di Bandara Supadio Pontianak, mengalami penundaan. "Saat ini penumpang atas nama FN salah seorang mahasiswa Untan Pontianak masih diperiksa di Mapolresta Pontianak," kata Kabid Humas Polda Kalbar AKBP Nanang Purnomo di Pontianak, Senin malam.

Ia menjelaskan, pelaku FN sebelumnya sempat diperiksa oleh pihak Bandara Supadio Pontianak, kemudian dilimpahkan ke Polresta Pontianak untuk pendalaman selanjutnya.

Replying to 

Tapi pembuka pintu darurat tidak usah dipolisikan kalik... Kalo saya diposisi situ saya tetap bukak pintu darurat itu pesawat... namanya orang panik segala sesuatu tak terpikirkan... Semoga lebih bijak