Sebelum Tergelincir di Bandara Wamena, Pesawat Dikabarkan Sudah Berasap

Pesawat tergelincir di Wamena, Jumat (25/5/2018). (Facebook - Jenry Mewengkang)
25 Mei 2018 20:30 WIB Rio Sandy Pradana Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Penyebab kecelakaan pesawat kargo Jayawijaya Dirgantara yang keluar landas pacu (runway) di Bandara Wamena dinilai harus menunggu hasil penyelidikan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Namun, beredar kabar bahwa mesin pesawat sudah mengeluarkan asap.

Berdasarkan isu yang berkembang, Capt. Pius Realino selaku pilot pesawat sempat melaporkan ada masalah pada salah satu mesin. Kondisi mesin dilaporkan berasap, tetapi pilot tetap memutuskan untuk terus terbang dan melakukan prosedur pendaratan (landing procedure). Alhasil, salah satu mesin pesawat terlepas dan tertinggal di jalur runway, sementara pesawat oleng dan meluncur keluar landasan.

Menanggapi hal tersebut, pengamat penerbangan yang juga Anggota Ombudsman Indonesia Alvin Lie menilai informasi tersebut belum dapat dikonfirmasi kebenarannya. Perlu ada penyelidikan terhadap rekaman suara kokpit dan data penerbangan.

"Kita tidak tahu pasti apa yang menyebabkan mesin lepas. Disebabkan oleh hard landing atau masalah lain, itu perlu diselidiki oleh KNKT," kata Alvin, Jumat (26/5/2018).

Pihaknya menilai pesawat berusia hingga 30 tahun masih bisa dinyatakan laik terbang apabila perawatannya disiplin. Terlebih, sebelum terbang biasanya pesawat telah mendapatkan sertifikasi dari teknisi maskapai.

Selain itu, Alvin menjelaskan Boeing 737-200 sudah dilakukan bermacam pengujian pendaratan. Bahkan, dalam kondisi hard landing sekalipun jarang terjadi sayap atau roda yang patah, apalagi sampai mesin terlepas.

Hingga berita ini diunggah, Ketua Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengaku baru mendapatkan informasi kecelakaan tersebut. Pihaknya segera menugaskan tim untuk melakukan penyelidikan. "Saat ini belum ada statement dan detailnya. Tim akan berangkat malam ini," kata Soerjanto.