Pengusaha Truk: Efek Pungli Jalanan Sama dengan Terorisme

Ilustrasi pungli dan suap (Solopos/Whisnupaksa Kridangkara)
23 Mei 2018 04:30 WIB Jaffry Prabu Prakoso Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum bidang Logistik Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Kyatmaja Lookman mengatakan pungli memiliki efek lebih berbahaya dibanding terorisme. Kasus terbaru adalah truk logistik kelebihan muat yang menewaskan 12 orang.

Korban tersebut, jelasnya, lebih banyak daripada korban meninggal bom bunuh diri di Surabaya. "Truk yang berlebih muatan ini jika ditelusuri kemungkinan besar karena pungli juga," katanya, Selasa (22/5/2018).

Data yang dia miliki, setiap 20 menit satu orang menjadi korban kecelakaan karena truk kapasitas lebih atau over dimensi dan over load (ODOL). Itulah sebabnya perlu komitmen tinggi dari pemerintah untuk mengatasi ini.

Kyat mengungkapkan kebanyakan truk ODOL berasal dari BUMN. Dengan tugas yang dibebankan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, sulit rasanya bisa menuntaskan ini.

"Apakah berani Dirjen panggil menteri? Menteri dipanggil menteri saja belum tentu hadir. Oleh karena itu Presiden Joko Widodo harus turun tangan langsung," jelasnya.

Kyat meminta kepala negara memperlakukan premanisme di jalan ini sama seperti terorisme. Jika tidak ada keinginan dan komitmen tinggi, dia pesimistis pungli bisa diberantas.

Awal pekan lalu Polres Metro Jakarta Utara mengamankan 83 pelaku. Sebanyak 13 orang tersangka telah ditahan. Jakarta Utara menjadi kawasan paling rawan mengingat jumlah truk sangat banyak di sana karena pergerakan ekspor-impor sekitar 55% kontainer nasional lalu-lalang di Pelabuhan Tanjung Priok.