Letusan Freatik Merapi Senin Petang, Warga Balerante Klaten Sempat Berhamburan

Visual kawah Merapi saat kejadian erupsi freatik Senin (21/5/2018) pagi pukul 09.40 WIB dengan tinggi kolom letusan 1200 m arah condong ke barat. (Twitter - @bpptkg)
21 Mei 2018 20:44 WIB Taufik Sidik Prakoso Nasional Share :

Solopos.com, KLATEN -- Erupsi freatik di Gunung Merapi kembali terjadi pada Senin (21/5/2018) petang. Pasca erupsi tersebut, hujan abu tipis sempat mengguyur wilayah Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten.

Kaur Perencanaan Desa Balerante, Jainu, mengatakan erupsi freatik terjadi pada Senin petang atau ketika warga yang menjalankan ibadah puasa masih memasuki waktu berbuka atau mendekati pukul 18.00 WIB. Sempat terjadi kepanikan ketika warga berlarian meninggalkan rumah mereka.

"Namun itu hanya sebentar. Warga sudah kembali ke rumah masing-masing dan beraktivitas seperti biasa termasuk menjalankan Salat Tarawih. Tadi juga terdengar suara gemuruh. Namun, tidak lama," kata Jainu saat dihubungi Solopos.com, Senin malam.

Jainu menuturkan pascaerupsi freatik hujan abu mengguyur wilayah Balerante. Hujan abu diperkirakan berlangsung sekitar 10 menit. "Hanya hujan abu tipis. Puncak Gunung Merapi juga tidak kelihatan," katanya.

Jainu menjelaskan erupsi freatik yang terjadi pada Senin petang merupakan peristiwa kali ketiga dalam sehari. Soal antisipasi terjadinya erupsi freatik kembali, ia mengatakan saban malam warga menggelar ronda.

"Sejak erupsi freatik pada Jumat [11/5/2018], warga kami sudah rutin gelar ronda setiap malam terutama sampai memasuki waktu saur atau menjelang subuh," katanya.