Diskon Tol Bisa Bikin Macet, Jokowi Enggan Intervensi Tarif

Petugas memeriksa fasilitas di gerbang tol Colomadu Karanganyar, Kamis (3/5 - 2018). (Solopos/Iskandar)
12 Mei 2018 22:00 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan soal rencana pemerintah diskon sekitar 10 persen untuk tarif tol selama mudik Lebaran 2018 menjadi urusan operator. Pemerintah enggan mengintervensi, apalagi diskon tarif tol sebesar itu juga bisa berefek negatif berupa kemacetan.

"Itu urusan operator, BUJT [Badan Usaha Jalan Tol] tanya ke mereka. Sebab, kalau saya nanti dianggap intervensi," kata Presiden Jokowi menjawab pertanyaan awak media seusai mengunjungi Tol Gempol Pasuruan seksi 2 di Pasuruan, Sabtu (12/5/2018) petang.

Presiden Jokowi bersama rombongan hadir di lokasi Itu hanya sekitar 15 menit dengan memakai jas hitam, berbaju putih dan berkain sarung, lengkap dengan kopiah hitam.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pada kesempatan yang sama membenarkan bahwa pihaknya pada Rabu (16/5/2018) akan mengumpulkan BUJT untuk membahas hal itu. "Pak Dirjen Bina Marga hari Rabu akan kumpulkan BUJT. Kami akan dorong, tidak hanya pusat perbelanjaan yang memberi sale tetapi juga tol," kata Basuki.

Basuki juga menggarisbawahi pemudik juga tidak mesti diberi diskon. Justru, kata dia, diskon tarif tol ini akan membuat tol macet karena rekayasa lalu lintas akan disiapkan oleh Korlantas Polri," katanya.

Basuki juga mengatakan besaran tarif tol dan waktu pemberlakuannya akan ditentukan oleh BUJT bersama asosiasi tol Indonesia. Dirut PT Jasa Marga Tbk Desy Aryani yang ditemui pada kesempatan yang sama membenarkan bahwa pihaknya akan segera mengumumkan ke publik soal diskon tarif sekitar 10 persen.

"Soal tol mana saja dan kapan berlakunya nanti akan diumumkan. Awal bulan depan akan diumumkan. Tunggu saja," katanya.

Sumber : Antara