Cuti Lebaran Diperpanjang, Perusahaan di Jateng Siapkan Uang Lembur

Ilustrasi menghitung uang rupiah. (Bisnis/Dwi Prasetya)
07 Mei 2018 16:08 WIB Alif Nazzala Rizqi Nasional Share :

Solopos.com, SEMARANG -- Kalangan pengusaha di Provinsi Jawa Tengah akan menyiapkan anggaran tambahan berupa uang lemburan untuk para buruh pabrik yang bekerja selama momentum Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah nanti. Mau tidak mau, mereka harus mengantisipasi cuti bersama Lebaran yang lebih lama dari tahun-tahun sebelumnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah Frans Kongi mengatakan hal tersebut dalam upaya menyikapi keputusan pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri yang ditetapkan 18 April 2018. SKB itu memperpanjang cuti bersama Lebaran dari empat hari menjadi tujuh hari kerja mulai 11 Juni hingga 20 Juni 2018.

"Tentu kami sesalkan sikap pemerintah yang memilih memperpanjang cuti Lebaran. Pemerintah sama saja mengakomodir kepentingan kelompok tententu tanpa memperhatikan situasi perusahaan yang ada di setiap daerah," kata Frans Senin (7/5/2018).

Frans menuturkan masa cuti Lebaran yang diperpanjang sampai tujuh hari sama saja memperberat kinerja tiap perusahaan padat karya yang tersebar di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Dalam rentang waktu tersebut, perusahaan biasanya telah menjadwalkan transaksi ekspor ke luar negeri.

Terlebih lagi, kata dia, pihaknya nanti juga harus menganggarkan dana untuk mengupayakan uang lembur bagi para buruh. Menurutnya, uang lembur akan diberikan dalam jumlah bervariasi. Pencairan uang lembur tergantung masa kerja tiap buruh.

"Kita kecewa dengan kondisi Lebaran tahun ini. Tetapi, mau enggak mau kita harus siapkan uang lembur jika ada buruh yang masuk kerja saat Lebaran nanti. Jika cutinya diperpanjang pasti pabrik-pabrik banyak yang berhenti beroperasi mengingat buruh ikut cuti bersama yang ditetapkan pemerintah," tuturnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga akan menjadwal ulang transaksi ekspor barang saat Lebaran. Ia menganggap ini yang paling merepotkan para pengusaha. "Para pegawai negeri kalau ikut cuti bersama ya otomatis bank-bank juga libur. Padahal momentum Lebaran itu digunakan sebagian perusahaan untuk mengekspor barang ke luar negeri," ujarnya.

Karena itulah, ia akan melobi pemerintah melalui kementerian terkait untuk menyikapi perpanjangan cuti bersama Lebaran. Dengan begitu, ia berharap bisa memberikan alternatif kebijakan yang menguntungkan kedua belah pihak.