Krisis Obat, Kondisi Kesehatan Gaza di Ambang Keambrukan

Bentrokan warga Palestina dan tentara Israel (Reuters - Ibraheem Abu Mustafa)
04 Mei 2018 08:10 WIB Newswire Internasional Share :

Solopos.com, GAZA – Warga Palestina semakin menderita akibat perang tiada henti. Kondisi kesehatan di Jalur Gaza di ambang kehancuran akibat kekurangan obat parah dan pasokan medis.  Kondisi mengkhawatirkan tersebut diungkapkan oleh Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza, Palestina.

Yousef Abu Ar-Reesh, Wakil Menteri Kesehatan di Jalur Gaza, Palestina mengatakan dalam satu taklimat di Rumah Sakit Shiffa di Kota Gaza Kementerian tersebut "melewai satu tahap yang paling buruk akibat krisis yang bertambah parah di sektor kesehatan".

Abu Ar-Reesh menyatakan persentase defisit obat-obatan mencapai 50 persen. Ia menambahkan ada kekurangan 27 persen obat yang bisa dikonsumsi, dan 58 persen bahan laboratorium serta bank darah.

Menurut laporan Xinhua seperti dipantau Antara, Jumat (4/5/2018), situasi bertambah parah karena menipisnya obat darurat akibat bentrokan Palestina-Israel selama beberapa pekan belakangan di sepanjang perbatasan Israel dan Jalur Gaza.

Abu Ar-Reesh mengatakan kekurangan pasokan mempengaruhi semua kategori pasien di daerah kantong Palestina itu.

Ia menyeru donor dunia agar mendukung Kementerian Kesehatan dan mencegah ambruknya sektor kesehatan.

Abu Ar-Reesh juga menyeru organisasi hak asasi manusia Palestina dan internasional agar memikul tanggung-jawab mereka dengan menunjukkan pelanggaran nyat Israel atas hak asasi pasien untuk membatasi akses mereka ke perawatan medis.

Tempat penyeberangan Jalur Gaza dengan Israel telah terpengaruh oleh bentrokan di dekat pagar perbatasan, yang telah ditutup sejak 30 Januari.

Kementerian Kesehatan tersebut mengatakan 44 orang Palestina, kebanyakan dari mereka menderita luka tembak, tewas dan lebih dari 6.000 orang lagi cedera dalam bentrokan dalam bentrokan sejak 30 Maret.

Sumber : Antara