Lion Air Tutup 4 Rute Penerbangan dari Solo

Pesawat maskapai Lion Air mendarat di Bandara Husein Sastranegara Bandung, Jawa Barat, belum lama ini. (Bisnis/Rachman)
04 Mei 2018 22:15 WIB Hijriyah Al Wakhidah Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Maskapai penerbangan Lion Air menutup sementara empat rute hub dari Bandara  Adi Soemarmo Solo menuju empat daerah yakni Lombok, Banjarmasin, Tasikmalaya, dan Lampung, yang selama ini dilayani pesawat Wings Air.

Penutupan rute ini dilakukan per 25 April hingga waktu yang belum ditentukan. Manajemen Lion Air mengklaim penyebab ditutupnya empat rute itu karena masalah teknis pada sistem aircraft.

"Jadi ada masalah teknis untuk pesawat Wings Air kami di Semarang. Dampaknya untuk rute-rute yang masih satu rotasi dengan pesawat di Semarang itu untuk sementara kami nonoperasionalkan. Jadi tidak semua rute hub kami tutup, hanya empat rute," kata Area Manager Lion Air Jateng-DIY, Widi Wiyanti, kepada Solopos.com, Jumat (4/5/2018).

Dari empat rute tersebut, Tasikmalaya adalah rute paling baru yang dibuka 28 Maret lalu. Artinya, penutupan rute itu dilakukan saat usia rute Solo-Tasikmalaya belum genap sebulan.

"Ya termasuk Tasikmalaya juga ikut tutup karena masih satu rotasi pesawat. Tapi memang kondisinya permintaan untuk rute tersebut masih sangat minim. Kami masih harus bekerja keras membangun pasar di rute ini dan kebetulan pasar yang kami garap adalah pasar baru," tutur Widi.

Dengan penutupan rute ini, saat ini Lion Air dan Wings Air tinggal memiliki 12 jadwal penerbangan per hari dari Bandara  Adi Soemarmo Solo, yakni 6 penerbangan ke Jakarta, dan masing-masing satu penerbangan ke Denpasar, Makassar, Balikpapan, Palangkaraya, Palembang, dan Batam. Widi belum bisa memastikan kapan empat rute itu akan dibuka kembali.

"Kebetulan ini juga menjelang awal Bulan Puasa dan biasanya tiba masa low season. Semoga menjelang Lebaran sudah bisa kami buka lagi," ujar Widi.

Airport Operations and Service Department Manager PT Angkasa Pura (AP) I Bandara Adi Soemarmo, Purwanto, menyampaikan pengelola bandara terus melakukan pendekatan dan konfirmasi ulang kepada manajemen Lion Air agar seluruh rute hub yang selama ini dilayani Wings Air tetap beroperasi di Solo.

"Namun sampai hari ini pun kami belum mendapatkan kepastian dari Lion Air kapan mau buka lagi rute-rute itu. Kami anggap rute-rute tersebut potensial karena menghubungkan banyak wilayah dari Solo," kata Purwanto.

Purwanto pun menyebut kinerja PT AP I Bandara Adi Soemarmo Solo khususnya terkait angka trafik penumpang dua tahun terakhir juga naik signifikan salah satunya disumbang pembukaan rute-rute hub oleh Lion Air  dan Wings Air mulai 2016. Maskapai tersebut juga mendapat banyak apresiasi karena berani membuka banyak rute ke luar Jawa dari Solo dan menjadikan Bandara Adi Soemarmo sebagai hub.

Wakil Ketua Association of Indonesian Tour and Travel Agencies (Asita) Jateng, Daryono, menyayangkan penutupan rute-rute baru yang dibuka maskapai kurang direspons pemerintah daerah. Padahal sedianya yang paling berkepentingan terhadap rute penerbangan itu adalah pemerintah daerah yang harapannya bisa menunjang pertumbuhan ekonomi daerah.

Daryono berharap sebelum maskapai membuka rute penerbangan baru, sedianya melakukan kajian potensi pasar yang melibatkan seluruh stakeholder baik pegiat pariwisata hingga pemerintah daerah setempat agar rute itu bisa panjang umur dan tidak ada kesan buka tutup.

"Selama ini maskapai penerbangan yang masuk Solo terkesan berjalan sendiri dan sering buka tutup. Kami sebenarnya menyayangkan penutupan empat rute tersebut meskipun kami paham bahwa operasional airline juga harus mempertimbangkan hitung-hitungan bisnis," kata Daryono.