Israel Sebut Demonstran Palestina Teroris

Warga Palestina terjatuh saat menggelar demo, Jumat (27/4 - 2018). (Reuters/Ibraheem Abu Mustafa)
28 April 2018 17:00 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, SOLO – Pusat Intelijen Israel menyebut demonstran Palestina sebagai teroris. Pernyataan itu mengacu pada pembunuhan yang dilakukan pasukan Israel terhadap warga Palestina dalam bentrokan di Jalur Gaza. Mereka menyebut bahwa 80 persen warga Palestina yang dibunuh adalah teroris yang layak mati.

 "32 Dari 40 warga Palestina yang dibunuh pasukan Israel sejak 30 Maret 2018 dalam bentrokan di Jalur Gaza adalah teroris," demikian laporan resmi dari Pusat Informasi Intelijen dan Terorisme Mesir, seperti dikutip dari Middle East Monitor, Sabtu (28/4/2018).

Menariknya, dalam laporan Pusat Intelijen Israel itu setiap orang yang diklaim sebagai teroris merupakan anggota organisasi politik. Selain itu, mereka menyatakan bahwa setiap orang yang memiliki hubungan dengan Palestina termasuk teroris. Hal ini merujuk pada kasus pembunuhan wartawan Palestina, Yaser Murtaja.

Kabarnya, pusat penelitian ini merupakan penyambung informasi dari intelijen militer Israel. Mereka bahkan mengaku mendapatkan dana dari pemerintah Israel untuk melakukan sejumlah penelitian. Berdasarkan keterangan dari pusat penelitian itu, jelas sudah alasan militer Israel membunuh demonstran Palestina.

Bahkan, tentara Israel baru saja menembak mati sejumlah demonstran Palestina di Jalur Gaza, Jumat (27/4/2018). Penembakan terjadi beberapa jam setelah kepala hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa melancarkan kritik terhadap Israel karena menggunakan "kekuatan yang berlebihan" terhadap para penentang.