PAN Sudah Ingin Gatot Nurmantyo, Tapi Tunggu Amien Rais

Gatot Nurmantyo saat masih menjadi Panglima TNI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/12 - 2016). (Bisnis/Dwi Prasetya)
19 April 2018 04:30 WIB John Andhi Oktaveri Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Naiknya elektabilitas mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, mulai mendapat perhatian serius dari Partai Amanat Nasioanl (PAN) yang hingga kini belum menentukan pilihan koalisinya untuk mengusung pasangan capres-cawapres di Pilpres 2019.

Ketua Umum DPP PAN Ahmad Hanafi Rais menilai wajar jika elektabilitas Gatot semakin tinggi. Sebab, menurutnya, banyak masyarakat yang suka dengan purnawirawan jenderal itu. Dengan demikian, nama Gatot semakin terkenal di panggung politik nasional.

"Saya sudah katakan banyak yang suka sama Pak Gatot," ujar Hanafi, Rabu (18/4/2018). Nama Gatot bahkan menjadi yang tertinggi di luar nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berdasarkan hasil sejumlah survel nasional.

Hasil survei Lembaga Media Survei Nasional (Median) menunjukkan Gatot mendapatkan angka 7,0%, sementara Joko Widodo masih teratas dengan 36,2% diikuti rivalnya, Prabowo Subianto 20,4%.

Meski elektabilitas Gatot cukup menjanjikan, namun PAN sendiri belum bisa bertindak lebih jauh untuk menyikapi Gatot. Hingga saat ini, kata Hanafi, partainya masih menunggu hasil survei internal tentang calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).

"Saat ini kita menunggu hasil survei internal. Nanti dapat diketahui berapa persen elektabilitasnya di survei kami," ungkapnya.

Di samping itu, Hanafi menegaskan, persoalan lebih dalam soal capres akan diserahkan kepada ketua umum dan petinggi PAN lainnya. Kemudian juga meminta pertimbangan dari Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais, dan pimpinan lainnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, mengatakan sebanyak 46,37% masyakarat menginginkan pergantian presiden pada Pilpres 2019 mendatang. Memang, kata Rico, elektabilitas mantan panglima itu masih jauh di bawah Prabowo tapi terus mengalami peningkatan.