Disebut akan Gulung Tikar, Ini Respons PT Pos Indonesia

Logo PT Pos Indonesia (Wikipedia)
18 April 2018 21:30 WIB Jaffry Prabu Prakoso Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Wakil Presiden Komunikasi Perusahaan PT Pos Indonesia (Persero) Genta Shidarta belum mendapat informasi jelas soal isu kerugian perseroan dan adanya dana bancakan ke jajaran direksi serta komisaris.

Jika kabar itu benar, dia menjelaskan pastinya pihak kementerian menjadi lembaga pertama yang akan menegur. "Data dan informasi yang clear akan dapat membuktikan pada saatnya," katanya saat dikonfirmasi Bisnis/JIBI, Rabu (18/4/2018).

Berdasarkan data Centre for Budget Analysis (CBA), PT Pos Indonesia, sejak 2013 mendapat laba dan aliran keuangan yang tidak begitu besar. Jika tidak segera berbenah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini terancam gulung tikar. Ini karena mulai tahun 2013 sampai saat ini keuntungan perseroan tidak lebih dari Rp300 miliar.

Pada 2013 pendapatan Pos Indonesia Rp4,1 triliun. Sementara biaya operasi Rp3,9 triliun. Keuntungan yang didapat tahun itu kurang dari Rp250 miliar. Tahun berikutnya, pendapatan merpati oranye sebesar Rp4,3 triliun dengan total pengeluaran Rp4,2 triliun.

Pada 2015, Pos Indonesia mengalami pertumbuhan pendapatan cukup besar senilai Rp4,5 triliun. Akan tetapi pengeluaran juga meningkat dengan jumlah yang hampir sama.

Bahkan pada tahun yang sama ada temuan Badan Pengawas Keuangan pada 2017 soal potensi kerugian negara sebesar Rp98,8 miliar.