Wiranto Bertemu SBY, Pengamat: Jokowi Ingin Cegah Poros Ketiga

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Presiden Jokowi dalam Rapimnas Partai Demokrat di Sentul International Convention Center, Bogor, Sabtu (10/3 - 2018). (Antara/Yulius Satria Wijaya)
18 April 2018 19:10 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Pertemuan antara Menkopolhukam Wiranto dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai strategis bagi kubu Joko Widodo (Jokowi). Hal ini terkait masih cairnya dukungan antarparpol.

Pengamat politik dari Polltracking, Hanta Yudha, menilai pertemuan tersebut sebagai bagian dari komunikasi politik yang sedang dibangun Jokowi. Komunikasi tersebut khususnya dilakukan untuk mengamankan dukungan di Pilpres 2019.

"Yang menarik, ada perbedaan antara Pak SBY dengan Pak Jokowi. Kalau dulu ada Setgab [Sekretariat Gabungan koalisi pendukung Kabinet Indonesia Bersatu], sekarang Pak Jokowi memilih satu-satu. Ini karena Jokowi tidak memimpin partai," kata Hanta dalam Apa Kabar Indonesia Malam TV One, Rabu (18/4/2018).

Menurut Hanta, pendekatan yang dilakukan Wiranto terhadap Demokrat penting karena koalisi masih cair. Apalagi, elektabilitas Jokowi belum mencapai 50% sehingga belum aman untuk persaingan head to head.

"Ini untuk konsolidasi koalisi, karena koalisi ini masih cair. Jadi ini menghindari potensi poros ketiga. Mungkin ada kekhawatiran dari Pak Jokowi. Elektabilitas Pak Jokowi tertinggi, tapi belum aman," kata dia.

Pertemuan antara Wiranto dan SBY terungkap saat Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo berbicara dalam Rapat Koordinasi Nasional Forum Kerukunan Umat Beragama dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi, Kabupaten, serta Kota di Hotel Bidakara Jakarta, Rabu. Acara itu juga dihadiri Wiranto.

"Kita dahulukan pemaparan Pak Menko Polhukam karena Pak Wiranto mau ketemu teman baiknya, Pak SBY," ujar Tjahjo dilansir Antara.

Saat dimintai konfirmasi di lokasi yang sama, Menko Polhukam Wiranto membenarkan kabar tersebut.

"Saya selaku pejabat politik di negeri ini harus berkomunikasi dengan semua pimpinan partai politik, tokoh partai, siapa saja. Pak SBY kan ketua partai [Demokrat]. Saya juga bicara dengan Pak OSO Ketua Partai Hanura, nanti dengan Pak Romi Ketua PPP, dengan Pak Prabowo. Supaya apa? Ada komunikasi dan pengertian," kata Wiranto.

"Daripada belum apa-apa, tiba-tiba bicara di medsos, lebih baik ketemu dulu supaya ada kesinambungan pemikiran, berbagi ide dan gagasan untuk membangun demokrasi yang benar, elegan dan baik," tambah dia.

Namun, mantan Panglima TNI itu menolak membocorkan tempat dan waktu pertemuan itu dilaksanakan. "Ini bukan untuk kampanye, tapi untuk bagaimana tugas saya bisa diselesaikan dengan baik," kata dia. (Newswire)