Warga Miskin Sukoharjo Bakal Dapat Hibah Air Minum

Ilustrasi uang (Antara/Sigid Kurniawan)
15 April 2018 03:20 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Tim dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah memvalidasi pelanggan penerima hibah air minum perkotaan di Sukoharjo pada akhir Maret 2018. Sambungan rumah tangga penerima bantuan hibah segera dipasang secara bertahap pada April.

Ketua Tim Pendaftaran Program Hibah Air Minum Perkotaan PDAM Tirta Makmur Sukoharjo, Nurkholis, mengatakan tim dari Kementerian PUPR memvalidasi data penerima hibah air minum selama lebih dari empat hari. Mereka mendatangi langsung rumah penerima hibah. Mereka menyurvei kondisi perekonomian dan rumah para penerima hibah.

“Proses validasi yang dilakukan tim dari Kementerian PUPR telah rampung. Saat ini, kami masih menunggu hasil validasi itu,” kata dia, saat berbincang dengan Solopos.com, Minggu (8/4/2018).

Hasil validasi bakal dikaji secara mendalam oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian PUPR. Selanjutnya, Kementerian PUPR menerbitkan surat penetapan pemberian hibah (SPPH) dan mengirim ke PDAM Tirta Makmur Sukoharjo. Surat itu berisi data penerima bantuan hibah air minum yang telah disetujui pemerintah pusat.

Kemungkinan besar SPPH dikirim Kementerian PUPR pada pertengahan April sehingga petugas bisa segera memasang sambungan rumah tangga. “Jatah penerima bantuan hibah air minum di Sukoharjo sebanyak 2.500 sambungan rumah tangga. Saat validasi pasti ada penerima yang dicoret tim. Karena itu, kami mengusulkan lebih dari 2.500 sambungan rumah tangga,” ujar dia.

Menurut Nurkholis, pemasangan sambungan rumah tangga bakal dilakukan secara bertahap. Pada 2017, tahap awal ada 1.000 sambungan rumah tangga yang dipasang. Sisanya akan dipasang secara bertahap hingga Juli atau Agustus.

Mekanisme pelaksanaan program bantuan hibah air minum perkotaan tak berbeda jauh dengan tahun-tahun sebelumnya. Masyarakat hanya membayar biaya pemasangan sambungan rumah tangga senilai Rp500.000. “Biaya pemasangan sambungan regular antara Rp1,5 juta-Rp2 juta dan harus dibayar tunai, tidak boleh diangsur. Sementara penerima bantuan program hibah bisa membayar biaya pemasangan senilai Rp500.000 dengan diangsur 10 kali selama 10 bulan,” papar dia.

Sementara itu, seorang warga asal Desa Toriyo, Kecamatan Bendosari, Warsidi, mengatakan program bantuan hibah air minum perkotaan membantu kalangan masyarakat menengah ke bawah. Penghasilan yang diterima setiap bulan pas-pasan sehingga belum bisa menjadi pelanggan PDAM.

Warsidi berharap semua warga miskin yang tersebar di 12 kecamatan se-Sukoharjo telah menikmati air bersih. “Saya kira masih banyak warga miskin yang mengandalkan sumur atau sumber air lainnya untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Mereka tak punya uang untuk memasang sambungan rumah tangga. Hal ini harus diperhatikan pemerintah,” kata dia.