Rumah Sakit Palestina Umumkan Kondisi Darurat

Bentrokan warga Palestina dan tentara Israel (Reuters - Ibraheem Abu Mustafa)
11 April 2018 06:00 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, GAZA –Demostrasi besar-besaran yang terjadi di Jalur Gaza, Jumat (6/4/2018), membuat ratusan orang Palestina terluka. Dalam aksi tersebut, mereka terlibat bentrokan dengan militer Israel. Banyaknya korban terluka dalam insiden tersebut membuat tim medis kewalahan.

Dilansir Al Jazeera, Senin (9/4/2018), mereka yang terluka dirawat di pusat kesehatan di sekitar Jalur Gaza. Banyaknya korban yang dirawat membuat dokter kewalahan dan mengumumkan jika rumah sakit tersebut dalam keadaan darurat. Tim medis kekurangan obat dan pasokan darah untuk menyelamatkan hidup para korban yang terluka.

Satu dari puluhan korban tewas tersebut adalah seorang jurnalis bernama Yasser Murtaja. Pria berusia 31 tahun itu tewas ditembak mati militer Israel di Jalur Gaza, Jumat (6/4/2018). Yasser Murtaja meninggal saat menjalankan tugasnya sebagai jurnalis.

Kala itu, Yasser Murtaja mengenakan jaket anti-peluru lengkap dengan tanda pengenal resmi. Dia merekam semua kejadian menegangkan yang terjadi saat demonstrasi warga Palestina berlangsung. Namun, dia akhirnya tewas ditembak militer Israel.

Kematian Yasser Murtaja membuat rekan seprofesinya, Assar, sedih. Menurut Assar, Yasser Murtaja merupakan pribadi yang dicintai banyak orang. “Dia orang baik. Selalu tersenyum dan dicintai oleh semua orang. Dia sangat ambisius dan selalu mencari kesempatan yang lebih baik,” kata Assar seperti dilansir The Guardian.

Yasser Murtaja merupakan satu di antara puluhan warga Palestina yang tewas dalam demonstrasi berdarah itu. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes warga Palestina atas tindakan pemerintah Israel yang menguasai tanah leluhur mereka.