Kesurupan Massal Prambanan, Dikira Siswa SMK Tangerang Selendang Ternyata Batu Candi

Siswa kesurupan diberi pertolongan di LPP Convention Hotel, Sleman, Rabu (11/4/2018). - Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi
11 April 2018 18:30 WIB Salsabila Annisa Azmi Nasional Share :

Solopos.com, SLEMAN -- Teka-teki penyebab kesurupan massal yang dialami puluhan siswa SMK Tangerang ternyata terpecahkan. Kesurupan massal puluhan siswa SMK 4 Tangerang, terjadi sejak Selasa (10/4/2018) malam hingga Rabu (11/4/2018) ini.

Setelah ditelusuri lebih lanjut penyebab mereka kesurupan massal karena salah seorang siswa mengambil benda keramat di Candi Prambanan. Seperti diberitakan sebelumnya, beredar kabar benda keramat yang diambil siswa SMK 4 Tangerang berupa selendang. Namun, ternyata yang diambil siswa bukanlah selendang melainkan batu.

Informasi yang dihimpun Harian Jogja, anehnya menurut siswa yang mengambil benda keramat tersebut, saat itu dia melihat selendang bukan batu, yang kemudian "selendang" itu diambilnya. 

Pengelola Wisata Candi (PWC) Prambanan membenarkan terjadinya siswa SMK 4 Tangerang yang histeria pada sekitar pukul 23.00 WIB. 

Pengelola PWC Prambanan mengatakan tidak ada atribut selendang di Prambanan. Berdasarkan keteragan dari siswa yang sedang kesurupan sempat mengatakan dia mengambil selendang di dalam Candi Prambanan.

General Manager PWC Prambanan Aryono Hendro mengatakan, ada beberapa siswa SMK 4 Tangerang yang kesurupan setelah berwisata ke Candi Prambanan.

"Ketika kesurupan, katanya salah satu ditanya sama gurunya, kamu ambil apa? Dia bilang dia ambil selendang, tapi ternyata setelah dia sadar, yang dia ambil itu ternyata dua batu sebesar jempol. Dia dapat dari dalam area candi," kata Aryono saat dihubungi Harianjogja.com, Rabu (11/4/2018). 

Aryono menambahkan sebenarnya di area Candi Prambanan tidak pernah ada selendang untuk atribut apapun. Kain biasa untuk membungkus pondasi atau properti gedung pun dikatakannya tak ada. "Di sini tidak ada selendang di properti apapun," kata Aryono.

Aryono kemudian mengatakan dini hari ini ada dua guru yang mendampingi dua siswa SMK 4 Tangerang yang mengembalikan dua batu itu ke pengelola Candi Prambanan. "Itu batu biasa, hanya saja letaknya di dekat candi, sudah dikembalikan kok batunya," kata Aryono.

Aryono mengatakan, dia tidak tahu menahu mengenai adanya tindakan paranormal setelahnya. Sebelumnya diberitakan puluhan siswa dan siswi SMK 4 Tangerang mengalami kesurupan massal setelah berwisata ke Candi Prambanan, Selasa (10/4/2018) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Mereka menginap di Bamboo Resto. 

Agung salah satu sukarelawan yang membantu korban kesurupan menjelaskan awalnya rombongan sejak pagi berwisata ke Museum Soeharto dilanjutkan ke Mangunan. Wisata diakhiri di Candi Prambanan.

Kesurupan sudah dialami rombongan siswa SMK 4 Tangerang itu sejak mereka makan malam di Bamboo Resto, sekitar pukul 22.30 WIB

 

 

Kolom 18 hours ago

Pesan dari Kyoto