20.000 Warga Palestina Gelar Demo di Jalur Gaza

Bentrokan warga Palestina dan tentara Israel (Reuters - Ibraheem Abu Mustafa)
07 April 2018 13:30 WIB Septina Arifiani Internasional Share :

Solopos.com, JERUSALEM – Sebanyak 20.000 warga Palestina melakukan demontrasi di lima lokasi di perbatasa Jalur Gaza-Israel. Demo ini digelar sebagai bentuk perlawanan terhadap Israel.

Pada Jumat pagi, kantor hak asasi manusia PBB mencela penggunaan kekuatan secara berlebihan oleh tentara Israel, yang diberitakan, selama protes pekan lalu di Jalur Gaza. Lebih dari 16 orang tewas dan lebih dari 1.000 orang lagi cedera dalam peristiwa pekan lalu.

Jumlah masa pada Jumat, lebih kecil ketimbang Jumat lalu, yang diperkirakan diikuti oleh sebanyak 30.000 orang Palestina.

Militer Israel menanggapi dengan cara pembubaran huru-hara, dan melepaskan tembakan sejalan dengan doktrin keterlibatan, kata Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Jumat sore.

Berbagai upaya dilakukan oleh orang Palestina guna menyusup ke dalam wilayah Israel dengan tameng asap tebal, selain bahan peledak dan bom api yang dilemparkan ke arah prajurit IDF, kata Xinhua sebagaimana dilansir Antara, Sabtu (7/4/2018). Orang Palestina juga berusaha merusak pagar keamanan, kata IDF.

"IDF takkan membiarkan kerusakan apapun pada prasarana keamanan atau pagar keamanan, yang melindungi warga sipil Israel, dan akan bertindak melawan perusuh serta pelaku teror yang berusaha melakukannya," katanya.

Asap tebal yang diciptakan oleh ban yang dibakar menghalangi sebagian pandangan pemrotes, tapi suara tembakan senjata api dan teriakan dapat terdengar dengan jelas.

"Kami telah menyaksikan banyak upaya untuk menaruh bom di sepanjang pagar, upaya untuk melintasi pagar dan upaya untuk menyabot pagar," kata Juru Bicara Militer Israel Let. Kol. Jonathan Conricus di lokasi di dekat perbatasan antara Israel Israel dan bagian utara Jalur Gaza.

"Keprihatinan kami ialah HAMAS akan berusaha memanfaatkan kerusuhan ini sebagai kedok dan mengirim agennya untuk melewati pagar dan kemudian menyerang sasaran Israel," kata Conricus.

Sumber : Antara