Besok, Warga Palestina Siap Gelar Demo Besar

Bentrokan warga Palestina dan tentara Israel (Reuters - Ibraheem Abu Mustafa)
05 April 2018 15:10 WIB Septina Arifiani Internasional Share :

Solopos.com, SOLO – Warga Palestina bersiap melakukan aksi besar-besaran pada Jumat (6/4/2018). Pegiat Palestina telah mengumpulkan ban mobil untuk dibakar tepat saat demo dilaksanakan. 

Pegiat bernama Hossam Maaruf kepada Xinhua, Kamis (5/4/2018), mengatakan asap ban yang dibakar dimaksudkan untuk menghalangi pandangan tentara Israel.

"Asap dari ban yang dibakar dimaksudkan untuk menghalangi pandangan tentara Israel yang ditempatkan di sepanjang perbatasan," kata Maaruf seperti dilansir Antara.

Maaruf menjelaskan mereka telah membuat rencana untuk membakar ban sepanjang hari dan tidak membakar semuanya secara bersamaan guna menghalangi pandangan penembak gelap Israel selama mungkin.

Sedikitnya 17 orang Palestina tewas dan lebih dari 1.200 orang lagi cedera pada Jumat pekan lalu, saat pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah sejumlah pemrotes Palestina yang memperingati Hari Tanah Palestina, selama pawai akbar di perbatasan antara Israel dan Jalur Gaza.

Pertemuan terbuka Jumat tersebut adalah permulaan dari protes selama enam-pekan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 15 Mei, hari Israel merayakan berdirinya negara Yahudi dan rakyat Palestina memperingati pemindahan paksa dua-pertiga rakyat Palestina dan pembersihan etnik dari 418 desa Palestina.

Pemuda Palestina, menurut Xinhua, Kamis, bergegas melawan waktu untuk mengumpulkan sebanyak mungkin ban untuk digunakan sebagai senjata pertahanan selama demonstrasi yang direncanakan digelar pada Jumat.

"Ini adalah bagian dari rencana bentrokan damai yang akan kami lancarkan guna mengurangi jumlah korban jiwa dan kematian selama protes," kata seorang pemuda, yang tak mau disebutkan jati dirinya.

Itu bukan kali pertama rakyat Palestina telah membakar ban selama bentrokan dengan tentara Israel. Itu adalah gagasan yang pertama kali digunakan selama perlawanan pertama, yang juga dikenal dengan nama intifadah, pada 1987.

Sumber : Antara