Pendaki Selandia Baru yang Hilang di Merbabu Diduga Sudah Kabur

Bunga Edelweis dengan latar belakang Gunung Merapi terlihat dari jalur pendakian Selo, Gunung Merbabu, Boyolali, Sabtu (16/8 - 2015). (Solopos/Ardiansyah Indra Kumala)
02 April 2018 20:30 WIB Imam Yuda Saputra Nasional Share :

Solopos.com, SEMARANG -- Sekitar 70 personel search and rescue (SAR) dikerahkan untuk mencari keberadaan turis asal Selandia Baru, Andrey Voytech, 39, yang dikabarkan hilang saat melakukan pendakian di Gunung Merbabu, Senin (2/4/2018). Namun, pencarian belum membuahkan hasil dan memunculkan kecurigaan baru: pria bule itu diduga sudah turun gunung tanpa diketahui.

Andrey dikabarkan hilang sejak Jumat (30/3/2018). Ia dinyatakan hilang setelah melakukan pendakian di Gunung Merbabu, tanpa ditemani seorang kawan pun.
Kepala Basarnas Jateng, Noer Isrodin, mengatakan pihaknya saat ini telah menerjunkan sekitar 70 personel dari berbagai unsur potensi SAR untuk menemukan pria kelahiran Montreal, Kanada itu.

“Total ada 55 personel dari tim gabungan, seperti Basarnas, Korca, Granat Rescue, SAR Buser, hingga Taman Nasional Gunung Merbabu, yang diterjunkan untuk mencari keberadaan pendaki asal Selandia Baru itu. Itu belum termasuk yang dari unsur TNI dan Polri. Total ada sekitar 70 personel yang kami kerahkan untuk melakukan pencarian hari ini [Senin],” ujar Isrodin saat dihubungi Semarangpos.com, Senin petang.

Isrodin menambahkan ke-70 personel SAR itu dibagi dalam tiga kelompok. Kelompok pertama melakukan pencarian dari jalur pendakian Thekelan menuju pos pertama, dengan mengambil jalur kanan arah Chuntel.

Sementara, regu kedua melakukan pencarian dari jalur Thekelan menuju pos pertama melalui jalur kiri atas tebing. Sedangkan, regu ketiga melakukan pencarian dari jalur Thekelan dengan menyusuri Watu Tadah melalui bawah tebing.

Namun, hingga Senin petang, pencarian atas pendaki asal Selandia Baru itu belum menemui hasil. Pencarian pun akan dilanjutkan Selasa (3/4/2018). Selain melakukan pencarian, Isrodin mengaku, pihaknya saat ini juga tengah berkoordinasi dengan Badan Keimigrasian di Yogyakarta, untuk mengetahui data pendaki asal Selandia Baru itu.

Isrodin curiga pendaki asal Selandia Baru itu sebenarnya tidak hilang, namun sudah turun tanpa diketahui oleh siapa pun. Namun, sepeda motor yang disewa Andrey sudah ditemukan di tepi hutan pada Sabtu (31/3/2018). 

“Kecurigaan kami cukup beralasan. Pertama, dia tidak meminta izin atau pemberitahuan dulu kepada petugas SAR di Gunung Merbabu kalau mau melakukan pendakian. Selain itu, dari informasi yang kami peroleh, dia seharusnya sudah terbang ke Thailand pada 31 Maret kemarin [Sabtu],” jelas Isrodin.