Tantang Kian Berat, Ini Pesan JK untuk Perguruan Tinggi

13 Maret 2018 18:15 WIB Septhia Ryantie Nasional Share :

JK: Perguruan Tinggi hadapi tantangan berat di masa depan.

Solopos.com, SOLO—Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menegaskan perguruan tinggi di Indonesia harus terus meningkatkan kualitas untuk menghadapi berbagai tantangan berat di masa depan. Perguruan tinggi harus mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menghasilkan penelitian dan teknologi.

"Tidak semua anak harus masuk perguruan tinggi. Tapi perguruan tinggi berkualitas adalah syarat mutlak untuk mencapai kemajuan di masa depan," papar JK saat menghadiri peringatan Dies Natalis ke-42 Universitas Sebelas Maret (UNS) di Auditorium UNS Solo, Senin (12/3/2018).

Menurut JK, tantangan berat yang akan dihadapi di masa depan antara lain di bidang pangan, energi, kemiskinan, hingga jumlah penduduk.

"Hari ini jumlah penduduk Indonesia sebanyak 260 juta orang, dan suatu saat bisa mencapai 9 miliar orang. Tantangannya antara lain adalah bagaimana nantinya kita memenuhi kebutuhan makan serta kebutuhan lain penduduk. Tentunya itu membutuhkan perubahan di antaranya dengan teknologi dan itu membutuhkan pendidikan," ungkapnya.

JK menyebutkan ada sekitar 4.500 perguruan tinggi di Indonesia. Jumlah itu sangat banyak. Bandingkan saja dengan Tiongkok yang hanya memiliki sekitar 2.500 perguruan tinggi. (baca juga: http://solopos.com/?p=902147" target="_blank">DIES NATALIS UNS : Jusuf Kalla Terima Penghargaan Parasamya Anugraha Dharma Krida Baraya)

"Jumlah penting namun jauh lebih penting adalah kualitas. Di samping itu, selain perguruan tinggi harus mencetak lulusan, juga harus mencetak keahlian yang bisa menjadi menjadi solusi bagi permasalahan yang ada di masa depan," tambahnya.

Dalam peringatan dies natalis tersebut, JK menerima penganugerahan UNS Award 2018 Parasamya Anugraha Dharma Krida Baraya.

JK hadir didampingi istri, Mufidah Jusuf Kalla dan beberapa menteri serta pejabat antara lain Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir; Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono; serta Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara.

Rektor UNS, Ravik Karsidi, mengemukakan penghargaan yang diterima Wapres tersebut merupakan penghargaan tertinggi UNS di bidang sosial dan kemanusiaan.

"Kami melihat kepeloporan Bapak Jusuf Kalla dalam bidang sosial dan kemanusiaan serta sumbangannya dalam pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia," ujar Ravik saat menyampaikan sambutannya pada peringatan dies natalis tersebut, Senin.

Dalam kesempatan itu dilaksanakan pula sejumlah acara di antaranya penandatanganan MoU antara UNS dengan Xihua University, RRT, pemberian penghargaan kepada alumni berprestasi dan doktor baru 2018. Seusai seremonial di Auditorium, JK mengunjungi pameran Produk Battery Lithium karya UNS dan melakukan penanaman pohon pala.