Sembrono! Kepala Sudah Dibedah ternyata Salah Pasien

05 Maret 2018 05:00 WIB Jafar Sodiq Assegaf Internasional Share :

Skandal tersebut memicu kecaman di media sosial.

Solopos.com, NAIROBI – Seorang ahli bedah saraf, dua perawat, dan ahli anestesi di rumah sakit terbesar di Kenya, diskors karena melakukan malapraktik. Mereka melakukan operasi bagian otak pada pasien yang salah.

Dilansir The Guardian, Sabtu (3/3/2018), insiden itu terjadi pada Minggu (25/2/2018) pekan lalu, ketika dua pasien dibawa ke RS Kenyatta National Hospital. Satu pasien membutuhkan pembedahan guna mengeluarkan gumpalan darah di otaknya.

Sementara seorang pasien lainnya yang masuk ke RS itu secara bersamaan, hanya memerlukan pengobatan untuk kepala yang bengkak.

Ahli bedah dan timnya lantas menjalankan operasi membuka tempurung kepala sang pasien. Namun, betapa terkejutnya mereka saat mengetahui tak ada gumpalan darah di daerah kepala pasien.

Setelah memeriksa data, mereka ternyata salah. Mereka justru membedah kepala pasien yang hanya mengalami bengkak di kepala.

"Rumah sakit sangat menyesalkan insiden ini, dan telah melakukan segala hal untuk memastikan keselamatan pasien yang bersangkutan,” demikian pernyataan RS Kenyatta.

Manajemen RS itu mengklaim, pasien yang dibedah kepalanya tersebut dalam kondisi baik dan berada pada tahap pemulihan.

Skandal tersebut memicu kecaman di media sosial. Sebelum kasus ini rumah sakit yang sama mendapat tuduhan staf menyerang secara seksual pasien, dan pencurian bayi.

“Pihak RS sudah melaporkan, bahwa ahli bedah mereka, dua perawat, dan ahli anestesi itu telah diskors sembari menunggu penyelidikan lebih lanjut. Saya sendiri sudah menskors direktur eksekutif RS itu,” kata Menteri Kesehatan Kenya Sicily Kariuki.

Kenyatta National Hospital adalah rumah sakit tertua dan terbesar di Kenya, dan juga berfungsi sebagai rumah sakit pendidikan.

Kolom 6 hours ago

Puser Parto