SOLO GREAT SALE 2018 : Panitia SGS Ajak Masyarakat Bertransaksi Nontunai

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memberikan sambutan dalam pembukaan Solo Great Sale 2017. (Twitter - @kotasolo_fp)
25 Januari 2018 17:25 WIB Asiska Riviyastuti Nasional Share :

Solopos.com, SOLO — Solo Great Sale (SGS) kali ini memasuki tahun keempat pelaksanaan. Berbagai hal baru dan berbeda pun dihadirkan yang diharapkan menjadi pijakan pelaksanaan di tahun depan.

Ketua I SGS 2018, Daryono, menyampaikan di tahun ini, panitia bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) Solo dan enam bank. Hal itu untuk mendukung tema yang diusung tahun ini, yakni Semarak Budaya Belanja Cerdas Tanpa Batas. Diharapkan acara tahunan ini bisa menjadi salah satu wahana bagi masyarakat untuk memanfaatkan pembayaran nontunai.

Ketua II SGS 2018, David R. Wijaya, menyampaikan layanan nontunai ini diutamakan ada di pasar tradisional dengan menggandeng pedagang yang sudah siap.

“Direncanakan ada 100-200 pedagang di pasar tradisional yang siap dari 1.500 pedagang yang menjadi peserta SGS untuk melayani transaksi nontunai. Kami memang mengambil cara yang ekstrem dengan menggandeng pedagang pasar tradisional, karena kalau di pasar tradisional saja bisa, tentu yang di ritel modern juga bisa dilakukan,” ungkap David saat jumpa pers di Kantor Dinas Pariwisata Solo, Rabu (24/1/2018).

Sosialisasi dan electronic data capture (EDC) akan disiapkan oleh enam perbankan yang bekerja sama, yakni BRI, BNI, Bank Mandiri, BTN, Bank Jateng, dan BCA.

Dia mengungkapkan kegiatan ini sifatnya masih edukasi ke masyarakat tapi diharapkan dapat membantu pendataan menjadi lebih baik serta mendekati riil untuk mengukur dampak yang diberikan terhadap perekonomian sebagai landasan pelaksanaan di tahun depan.

“Saat ini sedang digodok, supaya yang melakukan transaksi nontunai bisa mendapat insentif, seperti double point sehingga jika transaksi tunai dapat satu poin setiap Rp50.000 dan kelipatannya, tapi kalau transaksi nontunai bisa dapat dua poin supaya banyak masyarakat yang tertarik memanfaatkan nontunai,” jelasnya.

Dia mengungkapkan dari target 5.000 peserta, saat ini sudah ada lebih dari 4.000 peserta tapi baru sekitar 3.000-an peserta yang dimasukkan ke sistem. David menyampaikan SGS tak hanya kegiatan trade (perdagangan) tapi juga budaya.

Selain itu, seluruh sektor juga dilibatkan, di antaranya hotel, restoran, toko ritel, toko elektronik, pengusaha di sentra industri, usaha kecil menengah (UKM), maskapai, kereta, hingga taksi basis aplikasi.

Pasar tradisional yang tahun lalu hanya dilibatkan 12 pasar, kini 44 pasar terlibat dalam acara yang diadakan untuk meramaikan saat low season. Kali pertama, pedagang online asal Soloraya juga digandeng dan diprediksi ada sekitar 600 online shop (olshop) yang menjadi peserta.

David menjelaskan meski transaksi online, pembeli tidak datang ke Solo tapi uang yang dibelanjakan mampu menggeliatkan perekonomian lokal. “Pengusaha yang melakukan pameran di luar Solo juga diharapkan mempromosikan SGS dengan memberi diskon dan kartu SGS,” kata dia.

David mengakui target transaksi dan jumlah peserta naik dua kali lipat jika dibandingkan tahun lalu, yakni Rp425 miliar dan 5.000 tenant. Namun dia mengaku optimistis tercapai karena berdasarkan evaluasi, kenaikan jumlah transaksi dan peserta selalu naik tinggi.

Apalagi promosi tahun ini lebih luas, seperti melakukan sosialisasi di titik nol Jogja dan car free day (CFD) di Semarang. Nantinya Ngawi, Madiun, dan Surabaya juga akan menjadi kota sasaran.

Lebih lanjut, Daryono mengatakan selama pelaksanaan SGS ini didukung 14 acara pendukung, di antaranya Haul Habib Ali Bin Muhammad Al Habsyi, Grebeg Sudiro, Solo Imlek Festival, Festival Musik Kolosal, Rakernas ICA, Food Hotel Catering Expo, UKM Great Sale, Solo Computer Bazar, Kejuaraan Sorinji Kemp, Kirab Budaya Hari Jadi ke-274 Kota Solo, Dzikir dan Selawat, Kampung Tiongkok, Ashepi Expo, dan Wayang Orang Sriwedari.

“Harapannya dengan berbagai upaya, seperti promosi dan pendataan yang riil di tahun ini bisa menentukan positioning SGS di tahun depan,” kata dia.

Koordinator Acara SGS 2018, Febri Hapsari Dipokusumo, mengatakan pembukaan SGS yang diadakan pada Minggu (28/1/2018) di CFD akan dimeriahkan dengan karnaval yang diikuti 25 peserta mulai dari hotel, usaha ritel, hingga pasar tradisional. Acara yang diadakan di perempatan Ngarsopuro ini juga akan dimeriahkan dengan edukasi belanja nontunai dari enam bank.

Kepala Dinas Pariwisata Solo, Basuki Anggoro Hexa, mengatakan telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menyukseskan acara pembukaan, di antaranya adalah Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, kepolisian, Satpol PP Solo, Dinas Perdagangan, Dinas Koperasi dan UMKM, dan Dinas Kebudayaan Solo.

Kolom 8 hours ago

Arisan