TERORISME DI INDONESIA : Kontak di Poso, Satgas Tinombala Tembak 1 Anak Buah Santoso

Petugas kepolisian menunjukkan foto 10 orang anggota kelompok Santoso yang tertembak oleh Satgas Operasi Tinombala 2016 di Mapolda Sulawesi Tengah, Palu, Kamis (30/6). Sejak dilancarkannya Operasi Tinombala di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah Januari 2016 lalu, satu demi satu anggota kelompok Santoso berkurang karena menyerahkan diri, tertangkap hidup-hidup, hingga tertembak mati. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/aww - 16.
17 Agustus 2016 13:51 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Terorisme di Indonesia terus diburu. Satgas Tinombala menembak mati seorang anak buah Santoso di Poso.

Solopos.com, POSO -- Kontak tembak antara Satgas Tinombala dengan kelompok teroris kembali terjadi di Poso Pesisir, Sulawesi Tengah, Rabu (17/8/2016) pagi. Diduga, kelompok bersenjata tersebut bagian dari jaringan Santoso.

Kontak tersebut terjadi pada pukul 08.35 Wita. Informasi yang disampaikan reporter Kompas TV di Sulawesi Tengah menyebutkan tembak-menembak tersebut terjadi setelah dua tim Satgas Tinombala menyisir sekitar Desa Masani, Poso Pesisir, Poso, Rabu pagi.

Tiba-tiba, mereka melihat ada dua orang tak dikenal di kawasan itu. Anggota satgas langsung menyampaikan sandi untuk mengenali mereka, namun malah dibalas dengan tembakan.

Tak hanya melepas tembakan, kedua orang tersebut juga melempar bom selongsong ke arah satgas. Selanjutnya terjadilah tembak-menembak dan menewaskan satu dari dua orang tak dikenal itu.

Sementara itu, satu orang lainnya kabur ke arah gunung dan sampai saat ini masih dalam pengejaran Satgas Tinombala. Pasca-tewasnya Santoso belum lama ini, anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur diprediksi hanya tinggal 16 orang.

Meski ini adalah 17 Agustus yang merupakan libur nasional, operasi di Poso Pesisir tak berhenti. Apalagi masa tugas Satgas Tinombala akan berakhir pada Desember 2016 jika tak diperpanjang.