SANTOSO TEWAS : Operasi Tinombala Berlanjut, Pimpinan Mujahidin Indonesia Timur Diduga Beralih ke Basri

Helikopter tempur jenis Bell yang dilengkapi dua senjata mini terbang rendah di dekat tower Bandara Kasiguncu, Poso Pesisir, Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (29/3/2015). (JIBI/Solopos/Antara - Zainuddin M.N.)
20 Juli 2016 18:30 WIB Nasional Share :

Santoso tewas dan kemungkinan digantikan oleh Basri sebagai pimpinan Mujahidin Indonesia Timur.

Solopos.com, JAKARTA -- Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Boy Rafli Amar mengatakan Tim Satgas Operasi Tinombala akan terus memburu sisa-sisa kelompok Santoso untuk mengantisipasi adanya regenerasi dalam kelompok tersebut. Sempat beredar kabar bahwa jika Santoso terbukti mati dalam baku tembak tersebut, maka pimpinan kelompok itu akan diambil alih Basri yang merupakan rekan Santoso.

“Tentunya yang jelas operasi yang dilaksanakan itu sudah dirasakan efektifitas di mana yang terpenting bagaimana memanfaatkan ruang yang dibagi habis keempat sektor oleh mereka memikirkan langkah terbaik untuk menemukan jejak tim sebagaimana penemuan jejak lima orang bertemu saat patroli kemarin,” ujar Boy di Mabes Polri.

Boy mengungkapkan untuk memutus mata rantai tersebut pihak Polri juga harus melibatkan masyarakat luas agar tidak terpengaruh dengan ajaran kelompok tersebut. “Jadi itu harus dengan pelibatan tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh masyarakat untuk menghimbau dan mengajak agar tidak mudah terpengaruh,” tuturnya.

Sementara itu, dalam proses pengejaran kelompok Santoso oleh Tim Satgas Operasi Tinombala, Boy menyebutkan bahwa baik istri Santoso maupun istri Basri telah berhasil melarikan diri. “Itu istrinya Santoso, satu istrinya Basri. Itu yang kami prediksi. Yang jelas dua wanita itu kabur bersama dengan satu orang yang kita duga Basri sambil membawa senjata api M-16,” terangnya.

Lebih lanjut, Boy juga mengungkapkan pihaknya tidak hanya fokus pada kelompok Santoso. “Ada target selanjutnya, yaitu kelompok Arif Hidayat yang kemarin di Bekasi. Nur rohman, ya, itu masih ada beberapa hasil pengembangan yang masih terus kami pantau juga. Itu ada sejumlah nama masih masuk dalam penyelidikan anggota kami sampai saat ini,” tambahnya.

Terkait dengan baku tembak yang terjadi dua hari lalu, Senin (18/7/2016), Boy mengungkapkan ada dua luka tembak yang terdapat di jenazah yang masih diduga Santoso itu. “Ada dua ya, dibagian punggung dan perut. yang menewaskan itu ada di bagian perut kalau tidak salah,” tukasnya.