LOMBA ROKET AIR : 178 Roket Air Buatan Siswa Solo Beradu di STP

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mendampingi peserta Lomba Roket Air di halaman Solo Techno Park (STP), Sabtu (9/8/2014). (JIBI/Solopos - Moh.Khodiq Duhri)
09 Agustus 2014 15:00 WIB Nasional Share :

Solopos.com, SOLO—Sebanyak 178 roket air meluncur di halaman Solo Tekno Park (STP), Sabtu (9/8/2014). Roket tersebut buatan siswa sekolah umur 12-16 tahun yang mengikuti lomba roket air se-Solo.
Direktur STP, Darsono, mengatakan lomba roket air saat ini adalah pertama kali diadakan di STP. Peserta yang mendaftar ada 178 peserta jadi menghasilkan 178 roket.
Dari 178 peserta semua berasal dari siswa SMP dan SMA se-Solo. "Saat sosialisasi kita membuka untuk siapapun, tapi yang mendaftar hanya mentok di Solo, mungkin tahun depan," ujarnya kepada Solopos.com, di sela-sela lomba.
Untuk membuat roket air cukup mudah. Dia menjelaskan perlu dua botol soda, plastisin untuk pemberat, sedangkan untuk sayap bisa dari impraboot atau kardus, nozzel untuk menerbangkannya.
Peserta juga diajarin oleh karyawan STP untuk membuat roket air. Roket yang dibuat oleh peserta harus bisa melewati jarak sepanjang 70 meter. Dan harus sampai dilingkaran yang berdiameter 20 meter.
"Harus masuk dalam lingkaran tersebut, baru dinyatakan pemenang, atau paling tidak mendekati lingkaran" terangnya.
Teknologi sederhana roket air ini sepanjang pengetahuan dirinya belum dimanfaatkan di Indonesia. Namun, di Jepang sudah dimanfaatkan sebagai penyiram pupuk di perkebunan yang cukup luas.
"Kalau di Jepang memang untuk menyiramkan pupuk ke tanaman di perkebunan yang arealnya luas," terangnya.
Sementara itu, satu di antara peserta Yunita Nur mengatakan untuk membuat roket air cukup mudah. Hanya saja saat meroketkannya harus teliti dalam menghitung berapa air yang diisi dengan tekanan.
"Susahnya saya orang SMK jurusan Akutansi, suruh menghitung seperti itu, jadi tadi meleset sedikit," katanya.