UNS Jadi Salah Satu Model Program Green Campus

06 Maret 2013 17:39 WIB Shoqib Angriawan Nasional Share :

[caption id="attachment_385577" align="alignleft" width="370"]http://images.solopos.com/2013/03/06032013_SOLO_Aksi-Menanam-Pohon_M122a1.jpg">http://images.solopos.com/2013/03/06032013_SOLO_Aksi-Menanam-Pohon_M122a1-370x246.jpg" alt="" title="06032013_SOLO_Aksi Menanam Pohon_M122a" width="370" height="246" class="size-medium wp-image-385577" /> Menteri Lingkungan Hidup Prof. Dr. Balthasar Kambuaya (kiri) menanam pohon Matoa atau Pometia Pinnata saat peresmian gerakan Green Campus dan Tanam Pohon di Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Rabu(6/3). Gerakan penghijauan kampus tersebut diharapkan diharapkan agar para mahasiswa peduli kepada lingkungan dan sekaligus juga akan bisa memberikan contoh kepada masyarakat untuk memperhatikan lingkungannya masing-masing.(JIBI/SOLOPOS/Maulana Surya)[/caption]SOLO – Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo ditunjuk Menteri Lingkungan Hidup untuk menjadi salah satu dari lima Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia sebagai pelaksana gerakan Green Campus pada 2013.

Menteri Lingkungan Hidup, Balthasar Kambuaya, mengatakan UNS dinilai cocok untuk menjadi model Green Campus karena memiliki lahan hijau yang masih cukup luas. “Kampus yang ditunjuk nantinya harus mampu menyediakan ruang terbuka hijau minimal 30 persen,” kata Balthasar saat memberikan keterangan kepada wartawan seusai menanam pohon matoa di UNS sebagai salah satu simbol penunjukan Green Campus, Senin (6/3/2013).

Menurutnya, UNS menjadi PT kedua yang ditunjuk setelah Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Nantinya masih ada tiga PT yang ditunjuk lagi, yakni Universitas Pattimura (Unpatti) Maluku, Universitas Hassanudin (Unhas) Makassar dan Universitas Cenderawasih (Uncen) Papua. Kampus yang ditunjuk sebagai pelaksana Green Campus juga harus mampu mengembangkan konsep ramah lingkungan.

Asisten Deputi Bidang Peningkatan Peran Lembaga Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup, Dodo Sambodo, menambahkan kampus konsep ramah lingkungan itu di antaranya harus mampu mengolah 30% sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan mengembangkan energi alternatif.

Dia menegaskkan semua PT yang ada di Indonesia boleh menerapkan konsep green campus. Namun, saat ini pihaknya baru konsentrasi pada lima PT yang ditunjuk itu. “Sebab, selama ini ruang terbuka yang ada di kampus rata-rata 20 persen, sehingga masih perlu dikembangkan,” paparnya, Rabu.

Sebagai langkah awal, Kementerian Lingkungan Hidup akan memberikan pelatihan dan pengarahan kepada lima kampus itu. Menurutnya, yang sudah menerapkan energi alternatif baru Institut Pertanian Bogor (IPB). Hampir seluruh lampu penerangan di kampus tersebut menggunakan tenaga matahari. Dari kelima PT yang ditunjuk itu akan dipilih pelaksana Green Campus terbaik pada 2013.

Rektor UNS, Ravik Karsidi, mengatakan untuk melaksanakan program itu, pihaknya telah mewakafkan tanah seluas 1 hektar kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Solo untuk dijadikan hutan kota. “Rencananya, UNS menanam 5.000 pohon di lahan UNS seluas 104 hektar pada seluruh kampus UNS. Salah satunya, UNS bekerja sama dengan Pertamina untuk memperoleh bibit pohon,” katanya.

Pihaknya juga mengupayakan kegiatan hijau lainnya, seperti mendaur ulang air yang tertampung di waduk UNS, mengurangi penggunaan energi listrik. Selain itu, UNS juga berencana membuat gedung di kampus lebih terbuka, sehingga sinar matahari dapat masuk. “Kami juga melarang adanya perburuan burung dan pemancingan ikan di kampus,” tegasnya.