News
Sabtu, 17 Agustus 2019 - 01:00 WIB

Pesona Panah Raksasa L’Arc Majeur di Belgia

Redaksi Solopos.com  /  Rini Yustiningsih  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, LAVAUX-SAINTE-ANNE – L’Arc Majeur, lengkungan baja setengah lingkaran seperti busuh panah terlihat menjulang di sisi Jalan Raya E411, Lavaux-Sainte-Anne, Belgia. Karya seni setinggi 60 meter itu menjadi pemandangan baru bagi para pengendara yang melintas.

Dikutip dari Reuters, Rabu (14/8/2019), L’Arc Majeur didesain oleh seniman Prancis, Bernar Venet. Lengkungan baja itu sengaja disusun setengah lingkaran, Selasa (13/8/2019) untuk membuat para pengendara terpesona. Mereka bisa lebih menikmati perjalanan indah di selatan Belgia, arah Prancis dan Luksemburg dengan pemandangan itu.

Advertisement

“Hari ini kami memasang sebuah karya yang setiap orang bilang sebagai seni pahat terbesar di dunia. Tapi saya berharap arti nilai seni dari lengkungan ini akan lebih penting daripada ukurannya yang besar,” ujar Bernar Venet.

Dalam Ideelart, Bernar Venet memaknai L’Arc Majeur sebagai karya abstrak terbesar, umum, estetis, serta memiliki arti dan tujuan yang dinamis. Bernar Venet merupakan seniman yang menerima penghargaan International Sculpture Center’s Lifetime Achievement pada ajang Contemporary Sculpture Award 2016.

Bagi Bernar Venet, kesan para pengendara saat melihat dan melewati karyanya menjadi hal terpenting. Terlebih saat sinar matahari terbenam menyinari L’Arc Majeur yang membuat pemandangan semakin indah.

Advertisement

“Kesan dari para pengendara merupakan bagian terpenting. Karena warna asli baja setelah teroksidasi akan terlihat sangat menakjubkan saat matahari terbenam,” lanjut Bernar Venet, yang menjelaskan proyek ini merupakan wujud dari mimpinya selama 35 tahun.

Bernar Venet awalnya ingin memasang karya seni yang terbuat dari 200 ton baja dan 2.800 ton beton di Prancis. Namun, ternyata gagal karena beberapa kendala dan akhirnya dipasang di Belgia.

“Dua ratus kali bernegosiasi dengan Prancis dan tidak menghasilkan apa pun selama bertahun-tahun. Sepekan berdiskusi di Belgia dan langsung disetujui,” ungkap Bernar Venet. (Enggar Thia Cahyani/Solopos.com)

Advertisement

Advertisement
Kata Kunci :
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif