News
Rabu, 16 Maret 2011 - 22:52 WIB

Penyerapan beras oleh Bulog minim

Redaksi Solopos.com  /  Anik Sulistyawati  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Grobogan (Solopos.com)–Anomali iklim dan serangan hama yang melanda sejumlah lahan pertanian di Jawa Tengah menyebabkan penyerapan beras yang dilakukan Bulog di wilayah Sub Divre I Semarang di musim tanam (MT) I minim. Terbukti hingga pertengahan Maret 2011 baru sekitar 26.000 ton.

Menurut Kepala Sub Bulog Divre I Semarang, Ir Imam Syafei, Rabu (16/3/2011), selain kondisi cuaca dan hama, minimnya penyerapan gabah dan beras dari petani karena harga gabah dan beras di tingkat petani sudah tinggi.

Advertisement

Dari data yang ada menyebutkan, harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah kering giling (GKG) Rp 3.345/kg, sementara harga di tingkat petani mencapai Rp 3.500-3.600/kg. Demikian juga beras, HPP beras Rp 5.060, sedang di tingkat petani mencapai Rp 5.200-Rp 5.300/kg.

Harga gabah dan beras di tingkat petani kemungkinan tidak akan berubah di panen MT II pada Mei-Juni mendatang. Untuk mengatasinya, lanjut Imam, pihaknya sedang mencari solusinya.

“Saat ini Kepala Bulog Jateng telah mengajukan izin pembelian gabah dan beras di atas HPP ke pemerintah pusat. Jika diizinkan, maka stok pangan khususnya di Jateng bisa aman hingga MT-I tahun depan,” ungkap Imam.

Advertisement

rif

Advertisement
Advertisement
Kata Kunci : Grobogan Sawah
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif