News
Kamis, 21 November 2013 - 13:22 WIB

PENYADAPAN AUSTRALIA : Sebut Menlu Marty Natalegawa Mirip Bintang Porno, Politisi Australia Minta Maaf

Redaksi Solopos.com  /  Anik Sulistyawati  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Mark Textor (istimewa)

Solopos.com, CANBERRA – Politisi Partai Liberal Australia akhirnya meminta maaf atas kalimat lancangnya terhadap Menlu Marty Natalegawa.

Mark Textor, politisi gundul Australia yang menyebut Menlu Marty mirip bintang porno itu akhirnya melontarkan permintaan maafnya di akun Twitter @markatector.

Advertisement

Permintaan maaf itu dilontarkan Textor atas serangan rasis dan tak pantas kepada Menlu Marty Natalegawa yang diunggah akun @markatector, Rabu (20/11/2013).

Dalam serangkaian kicauannya di Twitter, yang sudah dihapus, Textor mengkritisi tanggapan Indonesia atas kasus penyadapan.

Advertisement

Dalam serangkaian kicauannya di Twitter, yang sudah dihapus, Textor mengkritisi tanggapan Indonesia atas kasus penyadapan.

Namun, serangannya tergolong kasar dan tak pantas di sampaikan, di antaranya dalam kalimat yang ditujukan untuk Menlu Marty Natalegawa.

Textor berkicau, “Permohonan maaf diminta disampaikan Australia oleh seorang cowok yang seperti dan secara etik mirip dengan bintang porno Filipina tahun 1970-an.”

Advertisement

“Saya tidak sedang mengganggu siapa pun dalam hal ini tapi jika Anda ingin membayangkan seseorang terserah saja,” ujarnya kepada ABC today seperti dikutip laman abc.net.au, Kamis (21/11/2013).

Namun setelah menyelesaikan wawancara dengan radio ABC, Textor akhirnya mengirimkan permintaan maaf melalui situs media sosial mikro Twitter.

Maaf kepada sahabat-sahabat Indonesia saya-frustrasi oleh dorongan di media massa-Twitter tentu bukan tempat untuk berdiplomasi — Mark Textor (@markatextor) November 21, 2013

Advertisement

Penasihat Partai Liberal Australia ini, kemarin juga menyebutkan bahwa tidak ada orang Indonesia yang dibom di Australia. Kicauannya itu disampaikan Textor lengkap dengan foto para pelaku Bom Bali.

Mengomentari pernyataan rasial yang dikirim Textor, PM Australian Tony Abbott menilai hal itu sebagai tindakan yang “norak”.

Sementara itu, pemimpin kubu oposisi Bill Shorten mempertanyakan sikap pemerintah Australia yang tidak mencoba berbicara dengan Textor terkait pernyataannya yang provokatif itu.

Advertisement

“Lantas, apakah Perdana Menteri akan mengkaji semua kontrak antara pemerintah dengan perusahaan milik Textor?” gugat Shorten.

Sejauh ini, Abbott hanya menjawab pertanyaan itu dengan kalimat bahwa Textor telah “membuat pernyataan yang norak dan sudah menarik pernyataannya serta meminta maaf.”

Textor sendiri dikenal sebagai bagian dari “lingkaran dalam” PM Abbott, dan perusahaan riset miliknya Crosby Textor terkait dengan Partai Liberat sejak beberapa tahun ini.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif