News
Selasa, 8 November 2011 - 06:30 WIB

Penjualan daging anjlok 50%

Redaksi Solopos.com  /  Nadhiroh  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi (Dok.SOLOPOS), SETOP IMPOR DAGING -- Pedagang daging menunggu pembeli di Pasar Gede, Solo, Senin (19/9). Menteri Pertanian Suswono mempertimbangkan pelarangan impor daging dan sapi bakalan mulai tahun depan, lantaran hasil sensus sapi dan kerbau dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan hasil populasi sapi potong 14,8 juta sapi, sedangkan kebutuhan rata-rata Indonesia setiap tahun hanya 2,5 juta sapi. (JIBI/SOLOPOS/Dwi Prasetya)

Ilustrasi (Dok.SOLOPOS), SETOP IMPOR DAGING -- Pedagang daging menunggu pembeli di Pasar Gede, Solo, Senin (19/9). Menteri Pertanian Suswono mempertimbangkan pelarangan impor daging dan sapi bakalan mulai tahun depan, lantaran hasil sensus sapi dan kerbau dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan hasil populasi sapi potong 14,8 juta sapi, sedangkan kebutuhan rata-rata Indonesia setiap tahun hanya 2,5 juta sapi. (JIBI/SOLOPOS/Dwi Prasetya)

Solo (Solopos.com)–Datangnya Hari Raya Idul Adha alias Kurban berimbas pada anjloknya penjualan daging di pasar tradisional Solo. Para pedagang mengaku penjualan anjlok sampai 50%.

Advertisement

Pedagang menduga kondisi tersebut bakal berlangsung hingga setidaknya sepekan ke depan.

Pedagang daging kambing di Pasar Kadipolo, Suratmi, mengungkapkan penjualan daging di satu hari selepas Hari Kurban turun jauh dibandingkan hari biasa.

Advertisement

Pedagang daging kambing di Pasar Kadipolo, Suratmi, mengungkapkan penjualan daging di satu hari selepas Hari Kurban turun jauh dibandingkan hari biasa.

Jika biasanya daging dari empat hingga lima ekor kambing yang disembelih laku terjual, kini dia hanya mampu menjual separuh dari rata-rata penjualan tiap hari. Kendati demikian, Suratmi mengaku belum berpikir mengurangi stok.

“Hari ini (kemarin-red) jualan kira-kira berkurang separuh. Tapi dagangan belum saya kurangi, kalaupun dikurangi hanya satu ekor. Karena saya jaga-jaga kalau ada warung makan yang masih jualan,” beber Suratmi, saat dijumpai Espos, di kiosnya di pasar setempat,
Senin (7/11/2011).

Advertisement

Sementara konsumen dari warung makan sebenarnya juga berkurang. Namun konsumen dari kalangan ini jumlahnya cukup banyak, sehingga Suratmi tak terlalu khawatir.

Konsumen yang absen belanja daging hari itu adalah pemilik warung makan yang menjual makanan olahan daging kambing, seperti warung sate kambing.

“Mungkin mereka juga takut jualan, kan semua orang sekarang punya daging jadi bisa masak sendiri,” ujar Suratmi. Dia menambahkan kondisi anjloknya penjualan diperkirakan akan terjadi hingga sepekan ke depan.

Advertisement

Senada, pedagang daging sapi, Tilah, juga mengakui penjualan daging anjlok pada Senin. Dia menilai hal tersebut selalu terjadi setiap Hari Raya Kurban.

Tilah sendiri mengaku penjualan daging sapi miliknya anjlok sekitar 25%. Kini, dia fokus menyediakan pesanan dari Jakarta yang menginginkan bagian tubuh sapi berupa buntut atau bagian kaki.

(tsa)

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif