News
Minggu, 12 Juni 2011 - 17:05 WIB

Penghentian impor sapi disambut baik peternak sapi

Redaksi Solopos.com  /  Nadhiroh  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi sapi lokal yang kini tergusur sapi Australia bakal dikembalikan menjadi andalan seiring terungkapnya skandal penyadapan oleh Australia. (Arif Fajar S/JIBI/Solopos)

SAPI LOKAL (SOLOPOS/Arif Fajar S)

Grobogan (Solopos.com)–Penghentian impor sapi dari Australia yang disampaikan melalui Kementerian Pertanian (Kementan) disambut baik peternak sapi potong di Kabupaten Grobogan. Mereka berharap bisa kembali meraih untung dari usaha ternaknya.

Advertisement

Pasalnya selama ini ketika sapi impor dari Australia membanjiri pasar Indonesia, harga sapi potong di Kabupaten Grobogan pun ikut terkena imbasnya.

“Sapi lokal baik kualitas dan berat badannya kalah dengan sapi impor, sehingga harga sapi lokal di pasaran jatuh,” ujar Joko, 34, peternak sapi di Kecamatan Grobogan, Sabtu (11/6).

Hal senada juga disampaikan Parjo, peternal asal Kelurahan Danyang, Purwodadi. Menurutnya dengan adanya sapi impor, maka harga jual sapi lokal di pasaran Grobogan turun di kisaran Rp 6-7 juta per ekor.

Advertisement

(rif)

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif