News
Selasa, 22 September 2015 - 12:30 WIB

PEMBANTAIAN KELUARGA DI PAPUA BARAT : Kabareskrim: Pelakunya Anggota TNI, Polisi Tak Bisa Tangani

Redaksi Solopos.com  /  Adib Muttaqin Asfar  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Garis Polisi (JIBI/Dok)

Pembantaian keluarga di Papua Barat sulit ditangani polisi karena melibatkan anggota TNI.

Solopos.com, JAKARTA — Kabareskrim Polri Komjen Pol. Anang Iskandar mengatakan pihaknya siap memfasilitasi Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) soal kasus pembunuhan satu keluarga di Bintuni, Papua Barat.

Advertisement

“Saya sudah ketemu Pak Aris [Merdeka Sirait] memang. Kita memfasilitasi Pak Aris supaya bisa masuk ke sana [POM],” katanya di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (22/9/2015).

Anang mengatakan dalam kasus tersebut, Bareskrim tidak dapat menindaknya lantaran melibatkan anggota TNI. Karenanya dia menyerahkan sepenuhnya persoalan tersebut ke pihak TNI. “Karena pelakunya oknum TNI, kita tidak dapat menangani,” katanya.

Pekan lalu, Komnas PA meminta dukungan Bareskrim Polri soal kasus pembantaian keluarga di Papua Barat bulan lalu.

Advertisement

“Kedatangan kita minta dukungan dari Kabareskrim, saya sampaikan kronologis peristiwa pembantaian satu keluarga di mana seorang ibu dan tiga anaknya, satu di dalam kandungan, satu berumur 6 tahun, satu 2 tahun, mengalami pembantaian sangat sadis dan di luar akal sehat,” kata Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait di Bareskrim.

Aris mengatakan penanganan kasus pembantaian ini terkesan menggantung, padahal Polres Teluk Bintuni telah mengantongi calon tersangka. “Tersangka kasus ini berinisial ST nampaknya oknum tentara, sudah diserahkan ke Denpom tapi belum mau terima,” katanya.

“Oleh sebab itu, kami ke sini untuk berkoordinasi dengan Pak Kabareskrim. Besok akan bertemu Panglima TNI, dan Senin pekan depan berangkat ke Papua Barat untuk melihat dan melakukan investigasi di sana.”

Advertisement

Pembunuhan keji itu terjadi di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, dengan empat korban jiwa. Masing-masing, seorang ibu hamil Frelly Dian Sari, dan dua anaknya Cicilia Putri Natalia dan Andika. Ketiganya ditemukan tak bernyawa dengan kondisi mengenaskan pada 27 Agustus lalu.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif