News
Jumat, 26 September 2014 - 00:41 WIB

PARIPURNA RUU PILKADA : Rapat Diskors Dihibur September Ceria, Jokowi Pantau TV

Redaksi Solopos.com  /  Rini Yustiningsih  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Aksi wali kota dan bupati anggota Apkasi dan Apeksi menolak pilkada lewat DPRD di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (11/9/2014). (Istimewa/Twitter)

Solopos.com, JAKARTA–Skorsing rapat paripurna membahas RUU Pilkada yang masih belum berujung hingga pukul 22.20 WIB, dikejutkan dengan ajakan menyanyi dari salah satu anggota fraksi PDIP, Indah Kurnia.

“Sembari menunggu sidang yang diskors entah sampai kapan, yuk kita menyanyi ‘September Ceria’,” ajaknya, Kamis (25/9/2014).

Advertisement

Bukan menerima ajakan, malah sorak sorai dari seluruh anggota dewan bergemuruh di ruang paripurna Gedung Nusantara II. “Suit-suit,” sahut salah seorang anggota dewan.

Dengan suaranya, Indah terus melantunkan lagu yang dipopulerkan oleh Vina Panduwinata itu. “Lagi-lagi,” pinta salah satu anggota dewan. Selanjutnya, pihak sekretariat memutar musik dari alat musik.

Jokowi Pantau TV
Sementara itu, Presiden terpilih Joko Widodo dan Wapres terpilih Jusuf Kalla melakukan pertemuan dengan tim penasehat di Kantor Transisi. Tidak ada pembahasan tentang Rancangan Undang Undang Pilkada yang sedang dibahas dalam sidang paripurna DPR.

Advertisement

Jusuf Kalla mengatakan tidak ada lobi yang dilakukan kubunya terhadap pembahasan RUU Pilkada dari kantor transisi.

“Bagaimana kita berhubungan, lobinya di sana. Kita hanya bisa nonton di tv,” ujar JK di Kantor Transisi Jl Situbondo 10 Menteng Jakarta Pusat, Kamis (25/9/2014).

Menurut JK, pembahasan RUU Pilkada di parlemen sangat demokratis sehingga diserahkan kepada anggota parlemen yang bersidang. “Kita menunggu voting saja, ini namanya demokrasi. Demokrasinya bagus sekali,” jelasnya.

Advertisement

Jokowi-JK bersama tiga penasehat kantor transisi yakni Jenderal TNI Purn Luhut Binsar Pandjaitan, mantan Ketum PP Muhammadiyah Buya Syafi’i Maarif dan tokoh senior Golkar Ginandjar Kartasasmita melakukan pertemuan lebih dari empat jam di kantor transisi sejak pukul 18.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 untuk membicarakan program yang disusun oleh tim.

Saat pertemuan itu, di DPR sedang berlangsung sidang paripurna RUU Pilkada. Sidang yang membahas mekanisme pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota tersebut sempat diskors.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif