News
Rabu, 13 Juli 2022 - 20:33 WIB

Paling Tinggi Sejak 1981! Inflasi AS Sentuh 9,1 Persen pada Juni 2022

Redaksi Solopos  /  Anik Sulistyawati  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi inflasi (Solopos Dok)

Solopos.com, JAKARTA – Inflasi Amerika Serikat melesat jauh di atas ekspektasi Juni 2022, sekaligus mencatat lonjakan terbesar sejak 1981.

Hal ini membuat Federal Reserve semakin yakin untuk menaikkan suku bunga acuan akhir bulan ini.

Advertisement

Dilansir Bloomberg pada Rabu (13/7/2022), Departemen Tenaga Kerja AS mencatat indeks harga konsumen (CPI) AS naik 9,1 persen pada Juni 2022 dari periode yang sama tahun sebelumnya (yoy) Departemen Tenaga Kerja.

Dibandingkan bulan sebelumnya, CPI AS naik 1,3 persen, terbesar sejak 2005. Adapun CPI inti, yang menghilangkan komponen makanan dan energi yang lebih mudah berubah, naik 0,7 persen mom dan 5,9 persen yoy.

Advertisement

Dibandingkan bulan sebelumnya, CPI AS naik 1,3 persen, terbesar sejak 2005. Adapun CPI inti, yang menghilangkan komponen makanan dan energi yang lebih mudah berubah, naik 0,7 persen mom dan 5,9 persen yoy.

Angka inflasi ini berada di atas median proyeksi ekonom dalam survei Bloomberg yang memperkirakan CPI AS naik 8,8 persen pada Juni.

Baca Juga: Anda Pelaku UMKM & Belum Ajukan KUR? Presiden: Mumpung Masih 3 Persen

Advertisement

Kepala investasi Cornerstone Financial Cliff Hodge mengatakan rilis data CPI Juni memiliki sentimen buruk karena semakin membatasi pilihan kebijakan The Fed.

“The Fed tidak punya pilihan selain mengikuti jalur yang lebih agresif, yang meningkatkan kemungkinan resesi tahun depan,” ungkap Hodge seperti dikutip Bloomberg, Rabu (13/7/2022).

Akselerasi inflasi kemungkinan di dorong oleh kenaikan harga bensin dan bahan makanan. Harga di pompa bensin nasional mencapai lebih dari US$5 per galon pada pertengahan Juni dan berkontribusi setidaknya 0,5 poin persentase terhadap kenaikan CPI utama.

Advertisement

Angka inflasi AS yang membara menegaskan kembali bahwa tekanan harga meluas di seluruh perekonomian dan terus melemahkan daya beli dan kepercayaan.

Baca Juga: Gugatan Apindo Dikabulkan, UMP DKI Jakarta Batal Naik 5,1 Persen?

Keadaan ini akan membuat The Fed tetap pada rencana kebijakan agresif untuk mengendalikan permintaan dan menambah tekanan kepada Presiden Joe Biden dan anggota Kongres Demokrat yang dukungannya telah merosot menjelang pemilihan paruh waktu.

Advertisement

Meskipun banyak ekonom telah memperkirakan data ini akan menjadi puncak dalam siklus inflasi saat ini, beberapa faktor seperti harga perumahan yang masih tinggi diperkirakan tetap menjaga tekanan harga tinggi lebih lama.

Selain itu, risiko geopolitik termasuk penguncian Covid di China dan perang Rusia di Ukraina juga menimbulkan risiko pada rantai pasokan dan prospek inflasi.

The Fed telah mengisyaratkan kenaikan suku bunga 75 basis poin pada bulan pertemuan kebijakan bulan Juli di tengah inflasi yang tinggi serta pertumbuhan pekerjaan dan upah yang masih kuat.

Bahkan sebelum data dirilis, pelaku pasar telah sepenuhnya memperkirakan kenaikan 0,75 poin persentase untuk bulan Juli.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul: Ngeri! Inflasi AS Sentuh 9,1 Persen pada Juni 2022, Lonjakan Terbesar Sejak 1981

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif